Minahasa – Perkelahian berdarah yang berujung maut terjadi di Kelurahan Watulambot, Lingkungan III, Kecamatan Tondano Barat, Kamis (2/4) malam. Seorang pemuda berinisial FK alias IKI (24) meninggal dunia usai mengalami luka serius akibat duel senjata tajam dengan seorang pria berinisial BK (54). Pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian.
Korban sempat dilarikan ke RSU Gunung Maria Tomohon untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WITA.
Kapolres Minahasa AKBP Steven JR Simbar, SIK melalui Kasi Humas Iptu Novry Mawuntu menjelaskan, insiden bermula di sebuah rumah duka keluarga Kaseger-Maukar di Watulambot. Saat itu, korban FK menuduh seorang pria bernama PETA telah mengganggu istrinya, hingga terjadi aksi penganiayaan.
Melihat kejadian tersebut, saksi perempuan Meis Tambariki kemudian memanggil BK untuk menegur korban. Namun, teguran tersebut justru memicu perdebatan panas antara keduanya.
“Situasi memanas hingga kedua pihak sama-sama mengambil senjata tajam dari rumah masing-masing. BK membawa parang, sementara korban membawa samurai dan pisau badik,” jelas Mawuntu.
Perkelahian pun tak terhindarkan di sebuah lorong sempit di depan rumah warga setempat. Dalam duel tersebut, korban sempat menyerang lebih dulu hingga membuat pelaku tersandar di dinding akibat tebasan. Keduanya kemudian terjatuh dan terlibat pergulatan sengit.
Dalam kondisi terdesak, pelaku meminta bantuan seorang saksi untuk melepaskan senjata dari tangan korban. Saat berhasil berdiri, pelaku sempat berucap “so basah dia” sebelum melarikan diri ke rumahnya, sementara korban sudah terkapar bersimbah darah.
Korban mengalami luka tusuk di perut sebelah kiri serta sejumlah luka gores di tangan. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, pelaku BK juga mengalami luka ringan dan sempat menjalani perawatan di RSUD Sam Ratulangi Tondano sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.
“Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Minahasa dan saat ini menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Mawuntu.
Kasus ini kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh motif serta kronologi pasti kejadian yang merenggut nyawa tersebut. (Noldy)


