Manado – Komitmen Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional terus ditunjukkan secara nyata.
Salah satu proyek strategis yang menjadi fokus adalah pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III, yang dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, khususnya dalam kelancaran distribusi logistik.
Kasatker PJN Wilayah I BPJN Sulut, Ringgo Radetyo, menegaskan bahwa keberadaan MORR III merupakan kebutuhan mendesak.
Pasalnya, meski Jalan Tol Manado–Bitung telah beroperasi, jalur tersebut belum terkoneksi langsung dengan MORR, sehingga arus truk logistik masih harus melintasi Kota Manado dan menunggu waktu tertentu.
“Pembangunan MORR III akan sangat membantu distribusi logistik tanpa harus masuk ke pusat Kota Manado. Ini akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi menuju KEK Bitung,” ujar Ringgo, Rabu (21/1/2026).
Saat ini, BPJN Sulut tengah melanjutkan pembangunan MORR III tahap empat sepanjang 2,6 kilometer.
Selain mendukung konektivitas logistik, jalur ini juga diharapkan mampu mengurai kemacetan di kawasan Malalayang, karena kendaraan dari dan menuju Minahasa Utara maupun Kota Bitung dapat langsung mengakses jalan lingkar luar tersebut.
Ringgo menjelaskan, pembangunan MORR III telah berjalan secara bertahap dan berkesinambungan.
Sebelumnya, tahap satu dan dua masing-masing telah rampung sepanjang 1,5 kilometer, disusul tahap tiga sepanjang 1,9 kilometer.
Ke depan, jika tahap lima sepanjang 3,7 kilometer berhasil diselesaikan, MORR III akan tersambung penuh dengan MORR I dan terintegrasi langsung dengan Tol Manado–Bitung menuju KEK Bitung.
Namun demikian, Ringgo tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi, khususnya terkait pembebasan lahan.
Hingga kini, masih terdapat 26 bidang tanah yang belum tuntas proses pembebasannya, terdiri dari sembilan bidang di tahap empat dan 17 bidang di tahap lima.
“Pembebasan lahan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami terus berkoordinasi dengan BPN Sulut dan Dinas Perkimtan Sulut. Dari sembilan bidang di tahap empat, lima sudah masuk konsinyasi dan empat masih dalam proses,” ungkap Ringgo.
Ia menegaskan bahwa dari sisi pusat, kesiapan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan sejatinya sudah ada.
Namun, kepastian status lahan menjadi kunci agar pengerjaan fisik dapat berjalan optimal tanpa hambatan hukum.
“Pihak Jakarta pada prinsipnya siap. Yang kami butuhkan adalah percepatan penyelesaian lahan agar proyek strategis ini bisa berjalan sesuai target,” tegasnya.
Dengan pendekatan kolaboratif dan kepemimpinan yang komunikatif, Ringgo Radetyo terus mendorong sinergi lintas instansi demi memastikan MORR III benar-benar menjadi urat nadi konektivitas Sulawesi Utara, sekaligus penopang utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing KEK Bitung di tingkat nasional maupun internasional.


