Iklan

Iklan

Iklan

Iklan
Tahun Baru Imlek

Iklan

Cap Go Meh Manado Mendunia! Gubernur YSK Dorong Festival Budaya Jadi Magnet Pariwisata Sulawesi Utara

Swara Manado News
Selasa, 03 Maret 2026, 20:16 WIB Last Updated 2026-03-03T12:16:15Z


MANADO
 - Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau Imlek 2577 di Kota Manado berlangsung meriah dan penuh warna, Selasa (3/3/2026). Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Kampung Cina (Pecinan), menjadikan perayaan budaya tahunan ini bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga panggung besar promosi pariwisata Sulawesi Utara.

Festival yang menjadi puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2026 tersebut menghadirkan perpaduan budaya lokal dan Tionghoa yang memikat perhatian masyarakat. Atraksi tarian Kabasaran khas Minahasa, musik bambu, hingga parade budaya Tionghoa seperti Tangsin yang diarak sepanjang jalan, pertunjukan Barongsai, serta mobil hias bernuansa dewa-dewi Konghucu menjadi daya tarik utama.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, hadir langsung dalam perayaan tersebut dan disambut Wali Kota Manado Andrei Angouw serta Wakil Wali Kota Richard Sualang. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan dukungan kuat pemerintah terhadap pengembangan event budaya sebagai penggerak sektor pariwisata daerah.

Dari perspektif pariwisata, Gubernur Yulius Selvanus menilai Cap Go Meh Manado memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya berskala nasional bahkan internasional. Menurutnya, keberagaman budaya yang hidup harmonis di Sulawesi Utara merupakan kekuatan utama dalam menarik kunjungan wisatawan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan selamat kepada masyarakat Tionghoa yang merayakan Cap Go Meh. Semoga semua diberkati Tuhan, dilimpahi rejeki dan kebahagiaan,” ujar Gubernur YSK di hadapan ribuan peserta festival.

Ia menegaskan bahwa event budaya seperti Cap Go Meh bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga aset pariwisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, kuliner, hingga industri kreatif masyarakat.

Momentum pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Yulius Selvanus, yang sekaligus menjadi simbol dimulainya rangkaian atraksi budaya. Festival ini diketahui telah lama masuk dalam kalender tahunan Kota Manado dan selalu menjadi magnet kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen menjadikan festival budaya sebagai strategi promosi wisata berbasis kearifan lokal dan toleransi antarumat beragama. Harmoni budaya yang tercermin dalam Cap Go Meh Manado dinilai menjadi identitas kuat daerah sebagai destinasi wisata ramah, inklusif, dan berkelas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Harian Sekprov Sulut Denny Mangala, Sekda Manado Steaven Dandel, Kapolresta Manado, Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulut, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Manado.

Dengan kemeriahan yang terus meningkat setiap tahun, Cap Go Meh Manado kini bukan hanya milik komunitas tertentu, melainkan telah menjelma menjadi festival pariwisata unggulan yang memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai “rumah besar” keberagaman budaya Indonesia.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cap Go Meh Manado Mendunia! Gubernur YSK Dorong Festival Budaya Jadi Magnet Pariwisata Sulawesi Utara

Terkini

Iklan