TAHUNA — Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan PT PLN (Persero). Melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna, perusahaan listrik negara itu berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe menyalurkan bantuan sosial kepada puluhan anak yatim serta memberikan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera, Jumat (6/3/2026).
Sebanyak 44 anak di bawah naungan Yayasan Daruzzahra menerima bantuan paket sembako. Tak hanya itu, PLN juga menyalakan listrik gratis secara simbolis di rumah warga prasejahtera sebagai bagian dari program kepedulian sosial.
Bantuan tersebut berasal dari program Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, yang dananya dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai Muslim PLN yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Usman Bangun, menegaskan bahwa kehadiran PLN di wilayah kepulauan tidak hanya sebatas menghadirkan jaringan listrik, tetapi juga membawa misi sosial bagi masyarakat.
“Listrik memang menjadi jantung pembangunan, namun kepedulian adalah nyawa dari pelayanan kami. PLN hadir bukan sekadar membangun tiang dan kabel, tetapi juga menebar manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Sangihe,” ujar Usman.
Manager PLN UP3 Tahuna RM Dimas Adhi Prabowo menambahkan, kolaborasi dengan Kejari Sangihe menjadi langkah penting agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ketika institusi negara bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih kuat. Program ini adalah bentuk amanah pegawai PLN melalui YBM untuk membantu masyarakat, terutama keluarga prasejahtera agar memiliki akses listrik yang layak,” jelas Dimas.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe I Bagus Putra Gede Agung menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Kami bangga bisa bermitra dengan PLN dalam kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yakni pangan dan energi,” tegasnya.
Suasana haru terlihat saat bantuan diserahkan kepada anak-anak Yayasan Daruzzahra. Pengurus yayasan, Fadli Abdullah Bachmid, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Bantuan ini sangat membantu kebutuhan anak-anak kami. Lebih dari itu, perhatian ini memberi mereka semangat bahwa masih banyak pihak yang peduli dengan masa depan mereka,” ungkap Fadli.
Program penyambungan listrik gratis yang diberikan PLN diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima, mulai dari penerangan bagi anak-anak untuk belajar di malam hari hingga membuka peluang usaha kecil di rumah.
PLN UP3 Tahuna menegaskan akan terus melanjutkan berbagai program sosial serupa sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi sekaligus harapan baru bagi masyarakat di seluruh pelosok Kepulauan Sangihe.


