Manado – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan program revitalisasi bantuan pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (21/4/2026), di Manado.
Program ini mencakup 248 sekolah yang direvitalisasi serta pembangunan satu sekolah baru, dengan total anggaran mencapai Rp231 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Dalam pernyataannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa.
“Pendidikan yang berkualitas harus ditopang fasilitas yang memadai. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda,” ujarnya.
Program ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pendidikan Sulut, mulai dari kerusakan infrastruktur sekolah, keterbatasan ruang belajar, hingga kebutuhan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Namun, besarnya anggaran yang dikucurkan juga memunculkan tuntutan publik akan transparansi dan akuntabilitas. Pengawasan dari berbagai pihak dinilai krusial agar proyek revitalisasi berjalan tepat sasaran dan bebas dari potensi penyimpangan.
Dengan capaian ini, pemerintah diharapkan tidak hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga memastikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Utara.


