Iklan

Di Tengah Keberagaman Sulut, Yulius Selvanus Tebar Kurban hingga Kepulauan: “Tak Boleh Ada Warga Merasa Sendiri di Hari Raya

Swara Manado News
Senin, 25 Mei 2026, 13:16 WIB Last Updated 2026-05-25T05:16:31Z


MANADO - Di tengah kuatnya semangat toleransi yang selama ini menjadi identitas Sulawesi Utara, Gubernur Yulius Selvanus kembali menunjukkan wajah kepemimpinan yang menempatkan kemanusiaan dan kebersamaan di atas segala perbedaan.


Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sulut menyerahkan 46 ekor sapi kurban untuk masyarakat muslim di 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara, Senin (25/05/2026), di halaman belakang Kantor Gubernur Sulut.


Sebanyak 30 ekor sapi berasal dari anggaran Pemprov Sulut, sementara 16 ekor lainnya merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke berbagai masjid, mulai dari wilayah perkotaan hingga daerah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan akses dan distribusi.


Namun di balik penyaluran bantuan itu, tersimpan pesan yang lebih besar dari sekadar pembagian hewan kurban. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, tanpa memandang lokasi dan latar belakang, tetap merasakan perhatian dan kehadiran negara di hari raya.


“Memang setiap tahun penyerahan bantuan hewan kurban berbeda-beda sesuai dengan anggaran. Tahun ini ada pengurangan karena harga sapi naik,” ujar Yulius Selvanus.


Meski jumlah bantuan mengalami penyesuaian, Pemprov Sulut memastikan distribusi tetap diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah kepulauan dan wilayah dengan keterbatasan ekonomi.


“Besok saya serahkan satu ke Bolmong, sapi kurban dari Presiden. Prioritas diberikan ke daerah yang masyarakatnya kurang mampu,” katanya.


Pernyataan tersebut dinilai menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak hanya hadir di pusat pemerintahan dan kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga pelosok Sulawesi Utara.


Bantuan kurban tahun ini disalurkan ke sejumlah masjid, di antaranya Masjid Raya Ahmad Yani, Masjid Nurul Jihad, Masjid Kyai Mojo Korem 131 Santiago, Masjid Al Hikmah, Masjid Nurul Insan, hingga Masjid Al Jihad.


Di sejumlah lokasi, kedatangan sapi kurban disambut penuh rasa syukur oleh warga. Bagi sebagian keluarga muslim, pembagian daging kurban menjadi kebahagiaan yang telah lama dinantikan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.


Gubernur Yulius pun berharap momentum Idul Adha dapat semakin memperkuat persaudaraan dan harmoni antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai.


“Saya berharap seluruh masyarakat muslim di Sulut dapat menjalankan ibadah kurban dengan khidmat dan merasakan kebahagiaan Idul Adha secara merata. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan semakin mempererat persaudaraan kita semua,” tuturnya.


Penyerahan hewan kurban ini bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan simbol bahwa Sulawesi Utara terus menjaga wajah toleransi yang selama ini dibanggakan. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, pemerintah berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan, terlebih di momentum hari besar keagamaan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Tengah Keberagaman Sulut, Yulius Selvanus Tebar Kurban hingga Kepulauan: “Tak Boleh Ada Warga Merasa Sendiri di Hari Raya

Terkini

Iklan