MINAHASA SELATAN — Praktik dugaan mafia solar subsidi di wilayah Kapitu, Kabupaten Minahasa Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Warga meminta perhatian serius dari Polda Sulawesi Utara untuk segera turun tangan memberantas jaringan penyelewengan BBM subsidi yang dinilai semakin meresahkan.
Dalam sejumlah informasi yang beredar di tengah masyarakat, nama Novry mulai ramai disebut-sebut terindikasi menjadi salah satu kaki tangan dari sosok yang dikenal dengan panggilan Ko Opo atau Ronaldo Samuel. Dugaan tersebut mencuat setelah aktivitas pengangkutan dan distribusi solar subsidi di kawasan Kapitu disebut berlangsung secara terang-terangan tanpa rasa takut terhadap penegakan hukum.
Warga menilai praktik mafia solar subsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membuat masyarakat kecil kesulitan mendapatkan BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
“Kalau benar ada jaringan besar bermain di Kapitu, aparat harus bertindak tegas. Jangan sampai hukum kalah dengan mafia solar,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat juga mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan jajaran aparat penegak hukum untuk mengusut aliran distribusi solar subsidi yang diduga dimainkan secara terorganisir. Dugaan adanya oknum yang membekingi aktivitas tersebut pun mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Minahasa Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari Novry dan Ronaldo Samuel mengenai tudingan yang berkembang tersebut. Warga berharap aparat segera melakukan penyelidikan menyeluruh agar persoalan mafia BBM subsidi di Minahasa Selatan tidak terus berulang dan semakin meluas.


