Iklan

Rakerda Sulut Berakhir,bara Konflik di Minsel Justru memanas : Kader Sentil FAM "jangan Jilat Ludah Sendiri"

Selasa, 26 Mei 2026, 08:54 WIB Last Updated 2026-05-26T01:11:01Z



MINSEL — Usai pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Gerindra Sulawesi Utara pekan lalu, suhu politik internal Partai Gerindra di Minahasa Selatan justru memanas. Kehadiran Freede Alex Masi (FAM) dalam agenda partai tersebut memicu gelombang spekulasi hingga perdebatan panas di tengah kader dan media sosial.


Nama FAM kembali menjadi sorotan setelah muncul isu liar terkait kemungkinan perubahan kepemimpinan di tubuh DPC Gerindra Minahasa Selatan yang saat ini dipimpin Ester Kalangi. Namun, sejumlah kader Gerindra Minsel langsung bereaksi keras dan mengungkit kembali rekam jejak lama FAM yang dinilai pernah meninggalkan partai secara terbuka.


Para kader mengingat bagaimana dua tahun lalu FAM menyatakan mundur dari jabatan Ketua DPC Gerindra Minsel di depan publik. Bahkan, aksi perobekan baliho Partai Gerindra dan baliho Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat momentum Pilgub Sulut kala itu kembali diangkat sebagai luka politik yang belum dilupakan kader di akar rumput.


“Lantas sekarang mau jilat lidah sendiri? Seenaknya datang seolah tak pernah terjadi apa-apa. Kader masih ingat siapa yang berdiri dan siapa yang meninggalkan partai saat sedang berjuang,” ujar sejumlah kader Gerindra Minsel yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (25/5/2026).






Menurut mereka, perjuangan membesarkan Gerindra tidak bisa hanya muncul saat momentum politik sedang hangat. Loyalitas, kata mereka, diuji ketika partai berada dalam tekanan.


Di sisi lain, dukungan terhadap Ketua DPC Gerindra Minsel saat ini, Ester Kalangi, justru semakin menguat. Kader menilai Ester mampu menjaga soliditas partai setelah estafet kepemimpinan dialihkan kepadanya.

Ketua DPC Gerindra Minsel Ester Kalangi


“Mari topang Ketua Gerindra Minahasa Selatan Ester Kalangi. Jangan lihat dia hanya karena perempuan, tapi lihat kapasitas dan loyalitasnya. Dia punya gaya kepemimpinan muda, humble, berattitude, tegak lurus dan satu komando dengan partai,” tegas para kader.


Mereka juga menilai isu pergantian ketua DPC sengaja dimainkan untuk menggoyang konsolidasi internal partai yang saat ini dinilai mulai solid menghadapi agenda politik ke depan.


Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Ketua DPD Gerindra Sulut, Tommy Pantow menegaskan bahwa Gerindra merupakan partai terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung maupun kembali berjuang bersama partai.

Tommy Pantow Wakil ketua DPD Gerindra Sulut


Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ada mekanisme organisasi yang tidak bisa diintervensi opini liar maupun manuver politik sesaat.


“Kalau ada yang mau bergabung dengan Partai Gerindra, mari jadi kader yang loyal terlebih dahulu. Tunjukkan komitmen membangun dan membesarkan partai,” tegas Tommy.


Ia juga menekankan bahwa seluruh keputusan terkait jabatan strategis, termasuk posisi Ketua DPC, sepenuhnya menjadi kewenangan internal DPD dan DPP Gerindra.


“Sekarang Gerindra Minsel sudah punya nahkoda resmi yang ditunjuk. Jadi terlalu dini bicara pergantian,” pungkasnya.


Di tengah memanasnya dinamika internal tersebut, satu pesan yang kini ramai digaungkan kader Gerindra Minsel adalah: partai membutuhkan loyalitas, bukan sekadar kehadiran saat panggung politik kembali ramai.(Angky)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rakerda Sulut Berakhir,bara Konflik di Minsel Justru memanas : Kader Sentil FAM "jangan Jilat Ludah Sendiri"

Terkini

Iklan