Manado - Aktivitas di SPBU Politeknik kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah mobil truk terlihat mengantre panjang sejak pagi hingga siang hari untuk mengisi solar subsidi. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik permainan solar yang diduga melibatkan oknum mafia BBM subsidi.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan truk mengular hingga keluar area SPBU. Warga sekitar mengaku kondisi tersebut bukan lagi hal baru. Bahkan, beberapa pengendara mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar karena diduga sudah “dikuasai” oleh kendaraan tertentu yang bolak-balik melakukan pengisian.
“Kalau masyarakat biasa datang cari solar sering habis, tapi truk-truk ini tetap antre terus. Hampir tiap hari begitu,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Situasi ini memicu tanda tanya besar di tengah upaya pemerintah memberantas penyalahgunaan BBM subsidi. Solar subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor tertentu yang membutuhkan, bukan untuk disalahgunakan demi keuntungan pribadi.
Sorotan juga mengarah kepada pihak pengelola SPBU Politeknik. Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada salah satu oknum management bernama Iwan melalui pesan WhatsApp guna meminta penjelasan terkait antrean truk dan dugaan praktik penyedotan solar subsidi tersebut.
Namun hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi untuk keseimbangan pemberitaan.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas distribusi solar subsidi di SPBU tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau permainan mafia solar, warga meminta agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Kasus dugaan penyalahgunaan solar subsidi sendiri menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap masyarakat kecil dan sektor usaha yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi.


