KOTAMOBAGU — Distribusi solar bersubsidi kembali menjadi sorotan di Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu dr. Wenny Gaib, Sp.M bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., didampingi unsur Forkopimda dan jajaran DPRD Kotamobagu, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Sidak yang dilakukan di luar jam normal tersebut membongkar dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM jenis solar bersubsidi.
Dalam pemeriksaan di lokasi, rombongan pemerintah daerah menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyaluran solar yang tidak sesuai peruntukan. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama aparat terkait.
Praktik yang diduga terjadi dinilai berpotensi merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat BBM bersubsidi.
Informasi di lapangan juga menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu, termasuk pihak SPBU dan pihak lain yang diduga melakukan penimbunan atau pembelian solar dalam jumlah tertentu untuk kepentingan pribadi.
Salah satu modus yang menjadi sorotan yakni kondisi penerangan di sekitar lokasi yang diduga sengaja dimatikan saat aktivitas berlangsung. Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.
Langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota melakukan sidak langsung pada dini hari menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin persoalan distribusi BBM bersubsidi dibiarkan berlarut-larut.
Jika benar terjadi penyimpangan, praktik tersebut bukan hanya menyentuh persoalan administrasi distribusi, tetapi juga menyangkut hak masyarakat atas BBM bersubsidi yang penyalurannya telah diatur pemerintah.
Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pola distribusi, volume penyaluran, penerima BBM, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari praktik tersebut.
Masyarakat pun mendesak pengawasan terhadap SPBU diperketat. Jangan sampai BBM yang seharusnya membantu masyarakat justru menjadi ladang keuntungan bagi segelintir oknum.
Sidak pukul 02.00 WITA ini kini menyisakan satu pertanyaan penting: apakah dugaan penyimpangan solar di SPBU Pontodon hanya persoalan oknum, atau ada pola yang lebih besar di balik distribusinya?
Jawaban atas pertanyaan tersebut sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan dan penegakan hukum selanjutnya.


