MANADO, SULUT - Wakil Gubernur Sulawesi Utara membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir dalam upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2026, Rabu (9/9/2026).
Dalam sambutan tersebut, Erick menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik maupun ajang mengejar prestasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, tangguh dan produktif.
“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya,” demikian pesan Menpora yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut.
HAORNAS 2026 mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Tema tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama sekaligus bagian dari agenda pembangunan nasional.
Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Wagub, pemerintah didorong mengubah paradigma pembangunan kesehatan. Masyarakat tidak hanya ditangani ketika sakit, tetapi perlu dibangun agar memiliki kebiasaan hidup aktif sehingga mampu menjaga kesehatan dan kebugaran.
Menpora juga menekankan lima arah kebijakan strategis. Pertama, menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kedua, pemerintah daerah harus menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar melalui penyediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki dan jalur bersepeda yang mudah, murah, aman serta inklusif.
Ketiga, olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik maupun keluarga.
Kegiatan Car Free Day juga diminta dimanfaatkan untuk membangun budaya masyarakat aktif, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Keempat, keberhasilan pembangunan olahraga tidak boleh hanya dilihat dari jumlah event yang diselenggarakan. Pemerintah harus mengukur perubahan perilaku masyarakat, termasuk jumlah warga yang aktif, rutin berolahraga dan tingkat kebugarannya.
Kelima, pembangunan olahraga harus inklusif dan berkeadilan. Kesempatan berolahraga harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat desa dan kota hingga penyandang disabilitas.
Menpora turut mengingatkan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari budaya olahraga masyarakat.
“Atlet juara tidak lahir dari ruang hampa, namun lahir dari masyarakat yang gemar olahraga,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga dan industri olahraga perlu dibangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan saling menguatkan.
Pada momentum HAORNAS 2026, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga dan seluruh masyarakat diajak mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
Masyarakat juga tidak perlu menunggu untuk memulai. Berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam bersama maupun aktivitas fisik sesuai kemampuan dapat menjadi langkah sederhana menuju kehidupan yang lebih sehat.
“Indonesia yang bugar tidak dibangun oleh satu kementerian. Indonesia yang bugar dibangun oleh seluruh bangsa,” tegas Menpora dalam sambutannya.
HAORNAS 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mendorong perubahan dari masyarakat pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, hingga akhirnya melahirkan masyarakat yang lebih sehat, produktif dan berdaya saing.


