Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Sulut Raih Dua Penghargaan AKI 2026, Museum Negeri Diakui atas Pelestarian Warisan Budaya

Swara Manado News
Sabtu, 07 November 2026, 07:34 WIB Last Updated 2026-11-06T23:34:15Z


JAKARTA
– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (6/11/2026).

Dua penghargaan tersebut masing-masing diberikan kepada Pemerintah Daerah untuk kategori promosi dan pengembangan kebudayaan daerah serta Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara dalam kategori pelestarian sejarah dan warisan budaya daerah.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta. Penghargaan kategori Pemerintah Daerah diterima Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH. Sementara penghargaan kategori Museum diterima Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.A.P.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima AKI 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap individu, kelompok, komunitas, dan lembaga yang telah berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.

AKI 2026 memberikan sebanyak 63 penghargaan dalam tujuh kategori, yakni Indonesianis, Diaspora, Pemerintah Daerah, Taman Budaya, Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah, Media, dan Museum.

Secara khusus, Fadli menegaskan bahwa museum memiliki posisi strategis sebagai etalase budaya dan peradaban bangsa. Museum tidak sekadar menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan sumber pengetahuan bagi masyarakat.

Capaian dua penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dalam memperkuat pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, mengatakan penghargaan tersebut tidak terlepas dari perhatian dan kebijakan Gubernur Yulius Selvanus terhadap pembangunan sektor kebudayaan, termasuk melalui revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Yorry, revitalisasi museum mulai memberikan dampak terhadap meningkatnya ketertarikan masyarakat untuk berkunjung, terutama kalangan generasi muda.

Museum kini terus didorong agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi publik untuk mengenal sejarah, identitas, dan kekayaan budaya Sulawesi Utara.

Ia juga menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, seniman, budayawan, organisasi, komunitas, akademisi, hingga seluruh pemangku kepentingan kebudayaan.

Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan sektor kebudayaan Sulawesi Utara sepanjang 2026.

Hingga Oktober 2026, jumlah kunjungan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara tercatat mencapai 27.000 pengunjung. Angka ini menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap museum sebagai pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan.

Di bidang pelindungan warisan budaya, sebanyak 29 karya budaya Sulawesi Utara telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Jumlah tersebut menjadi rekor penetapan bagi Sulawesi Utara sekaligus memperkuat pengakuan nasional terhadap kekayaan tradisi dan identitas budaya daerah.

Selain itu, satu Cagar Budaya Nasional juga telah ditetapkan sebagai bagian dari upaya menjaga peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan peradaban bangsa.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut memperluas ruang ekspresi dan apresiasi bagi pelaku seni budaya melalui sejumlah kegiatan, di antaranya Rona Budaya, Festival Warisan Budaya, dan Rally Teater.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi seniman, komunitas, dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan karya, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem seni dan budaya daerah.

Penguatan infrastruktur kebudayaan juga dilakukan melalui revitalisasi Gedung Kesenian dan Taman Budaya. Langkah ini diharapkan semakin menyediakan fasilitas representatif bagi aktivitas berkesenian, pertunjukan, dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Sebelumnya, revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara juga mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan wajah baru museum tersebut pada Mei 2026.

Saat itu, Fadli menilai Museum Negeri Sulawesi Utara memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu museum terbaik sekaligus kebanggaan masyarakat daerah.

Ia juga menekankan bahwa museum merupakan bagian penting dari infrastruktur kebudayaan, sumber pengetahuan dan inspirasi, serta memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi budaya.

Dengan diraihnya dua penghargaan AKI 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam membangun sektor kebudayaan secara berkelanjutan.

Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu yang harus dijaga, tetapi juga sebagai sumber kreativitas, identitas daerah, kekuatan pembangunan, dan potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan budaya Sulawesi Utara semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional serta tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sulut Raih Dua Penghargaan AKI 2026, Museum Negeri Diakui atas Pelestarian Warisan Budaya

Terkini

Iklan