Iklan

Iklan

Gaspol 2026! Kepsek SMK Negeri 3 Manado Tegaskan Disiplin, Literasi, dan Jam Mengajar Guru

Swara Manado News
Jumat, 23 Januari 2026, 12:45 WIB Last Updated 2026-01-23T06:22:55Z


Manado -
 SMK Negeri 3 Manado mengawali tahun 2026 dengan langkah tegas dan terarah. Kepala SMK Negeri 3 Manado, Sylvia Angely Cathrien Ransulangi, S.Pd, MM, memimpin langsung rapat perdana program kerja tahun 2026, yang menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan komitmen seluruh jajaran sekolah.

Dalam rapat tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan berbagai arahan strategis hasil tindak lanjut rapat bersama  Sekprov, Kepala Dinas, serta hasil rapat koordinasi selama empat hari di Jakarta.

Sylvia menegaskan, tahun 2026 akan diwarnai banyak perubahan program yang wajib dilaksanakan secara maksimal. Kekurangan di tahun sebelumnya harus diperbaiki secara bersama-sama agar proses pembinaan berjalan optimal dan tidak berujung pada pembinaan di BKD hingga risiko nonaktifnya tenaga pendidik.

Salah satu fokus utama adalah penguatan literasi dan moderasi siswa. Kepala sekolah menargetkan siswa semakin gemar membaca dan aktif menggali ilmu di perpustakaan. SMK Negeri 3 Manado telah menjadikan literasi sebagai metode pembelajaran, dengan alokasi 10 persen dari pagu anggaran untuk pembelian buku. Bahkan, sejumlah penerbit telah siap bekerja sama untuk menciptakan perpustakaan yang nyaman dan ber-AC.

“Kita aktifkan otak kiri dan kanan siswa dengan rajin membaca,” tegas Sylvia.

Selain literasi, Kepala Sekolah juga menekankan penguatan kedisiplinan guru dan siswa. Guru diminta menjadi teladan dengan menunjukkan disiplin yang nyata. Jam masuk sekolah ditetapkan paling lambat pukul 07.30 Wita, dan absen masuk serta pulang akan diberlakukan, meski masih secara manual. Data kehadiran akan direkap setiap minggu dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan.

Guru yang tidak masuk dengan alasan sakit akan dikroscek langsung, dan Kepala Sekolah menegaskan agar tidak ada alasan fiktif atau kebohongan untuk meminta izin.

Sejak 7 Januari 2026, proses pembelajaran telah berjalan. Kepala Sekolah memperingatkan agar tidak ditemukan kelas tanpa guru mengajar sementara guru berada di ruang guru. Jam mengajar harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena data kehadiran dan jam mengajar akan dicek langsung oleh Kepala Sekolah.

“Kita harus bikin anak-anak menjadi pintar. Itu hanya bisa dicapai kalau guru bertanggung jawab penuh terhadap jam mengajarnya,” ujarnya.

Dalam arahannya, Sylvia juga mengajak seluruh guru untuk bekerja dengan hati, menjaga emosi, dan mendidik siswa dengan kasih. Guru diharapkan mengajar hingga 48 jam, menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan kelas dan penampilan siswa.

Khusus bagi guru honor, Kepala Sekolah menegaskan bahwa guru yang tidak dapat dibiayai melalui dana BOS wajib memiliki surat keterangan aktif mengajar.

Menutup rapat, Kepala SMK Negeri 3 Manado mengajak seluruh civitas sekolah bersatu memajukan pendidikan, mencerdaskan siswa, dan menyiapkan generasi masa depan demi terwujudnya Indonesia Emas.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gaspol 2026! Kepsek SMK Negeri 3 Manado Tegaskan Disiplin, Literasi, dan Jam Mengajar Guru

Terkini

Iklan