Manado — Kepala SMK Negeri 3 Manado, Sylvia Angely Cathrien Ransulangi, S.Pd, MM, memaparkan secara rinci sejumlah program strategis dalam rapat perdananya bersama guru dan tenaga tata usaha. Program tersebut menitikberatkan pada penguatan literasi numerasi, disiplin kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah.
Salah satu program utama yang disorot adalah pengaktifan literasi dan numerasi siswa berbasis perpustakaan. Kepala sekolah menegaskan bahwa siswa akan diarahkan untuk lebih aktif menggali ilmu melalui buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. Buku mata pelajaran akan dipinjamkan kepada siswa, kemudian diberikan tugas sesuai dengan isi bacaan. Siswa diperbolehkan memberi tanda, stabilo, atau penanda pada bagian penting buku untuk dipelajari secara mendalam.
“Perpustakaan harus menjadi pusat belajar, bukan sekadar ruang penyimpanan buku,” tegas Sylvia.
Selain akademik, rapat juga membahas pengelolaan retribusi kantin agar lebih tertib, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.
Dalam aspek kedisiplinan, kepala sekolah menekankan pentingnya kehadiran guru dan siswa, serta penguatan motivasi belajar di kelas. Ia menyampaikan bahwa pengawasan kehadiran akan dilakukan lebih ketat sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang profesional.
Program supervisi guru juga menjadi perhatian serius. Jadwal supervisi akan disusun secara terstruktur guna memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan sesuai standar. Supervisi tidak semata-mata bersifat penilaian, melainkan pembinaan untuk meningkatkan kualitas mengajar.
Terkait manajemen sumber daya manusia, Sylvia menyampaikan bahwa mekanisme pemberhentian tenaga PPPK dinilai lebih mudah dibandingkan proses perekrutan, sehingga kedisiplinan dan kinerja menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Dalam kebijakan pembelajaran, guru diwajibkan menjalankan beban kerja hingga 48 jam, yang mencakup kegiatan mengajar, penyusunan perangkat pembelajaran, pembimbingan siswa, analisis hasil belajar, kepedulian terhadap kebersihan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran, serta memperhatikan kerapihan penampilan siswa.
Kepala sekolah juga memberi perhatian khusus kepada siswa yang belum mampu membaca, menulis dengan baik, dan berhitung menggunakan narasi, mengacu pada standar soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Program pendampingan akan disiapkan agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam kompetensi dasar.
Rapat berlangsung dinamis dan penuh keseriusan, menandai komitmen kuat pimpinan sekolah dalam membangun SMK Negeri 3 Manado yang disiplin, literat, dan berdaya saing.


