Manado – Efisiensi anggaran pemerintah pusat tahun 2026 tak menyurutkan langkah Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I BPJN Sulawesi Utara (Sulut), Ir. Ringgo Radetyo, ST, M.Eng., IPU, ASEAN Eng. Dengan sisa alokasi sekitar Rp90 miliar dari Kementerian PUPR, ia memastikan kualitas jalan dan jembatan nasional di Sulut tetap terjaga optimal.
“Penurunan anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Kami tetap bekerja maksimal agar kondisi jalan nasional di Sulawesi Utara tetap baik dan aman dilalui masyarakat,” tegas Ringgo.
Di bawah kepemimpinannya, PJN Wilayah I mengelola sekitar 600 kilometer jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi di tujuh daerah strategis Sulut. Penanganan diprioritaskan pada ruas dengan tingkat lalu lintas tinggi seperti Manado–Bitung, Manado–Amurang, Manado–Tomohon, dan Minahasa.
Ringgo dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan kerja cepat, responsif, dan berbasis kondisi lapangan. Setiap kerusakan jalan ditangani segera melalui metode patching dan perbaikan rutin guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Capaian kinerja tahun 2025 menjadi bukti konsistensi tersebut. Tingkat penyerapan anggaran PJN Wilayah I mencapai 99 persen, mencerminkan efektivitas pengelolaan program dan pengawasan pekerjaan infrastruktur jalan nasional di Sulut.
Tak hanya fokus pada pemeliharaan, Ringgo juga mengawal proyek strategis Manado Outer Ring Road (MORR) III yang berjalan melalui skema multiyears hingga 2027. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi kemacetan sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena terintegrasi dengan MORR I, MORR II, dan Jalan Tol Manado–Bitung.
Selain itu, ia aktif mendorong pelebaran terowongan Ring Road I, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan kemacetan di Kota Manado. Usulan tersebut telah diajukan ke Kementerian PUPR dan kini menunggu realisasi dukungan anggaran.
Di usia 41 tahun, Ringgo tak hanya dikenal sebagai pejabat teknis berpengalaman, tetapi juga akademisi yang mengabdi sebagai dosen pascasarjana Universitas Sam Ratulangi. Kombinasi pengalaman lapangan dan dunia akademik membentuk kepemimpinan yang visioner dalam pembangunan infrastruktur jalan di Sulawesi Utara.
Dengan komitmen kuat di tengah keterbatasan anggaran, Ringgo Radetyo menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di sektor infrastruktur tetap bisa dijaga melalui manajemen yang efektif, kerja lapangan yang disiplin, dan perencanaan yang terukur.


