Iklan

Iklan

Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Sulut Tancap Gas: PDRB Tembus Rp204,75 Triliun, Pengangguran Turun

Swara Manado News
Sabtu, 07 Februari 2026, 06:27 WIB Last Updated 2026-02-06T22:27:54Z


MANADO 
 – Di saat banyak daerah masih berjibaku menghadapi tekanan ekonomi global, Sulawesi Utara justru menunjukkan performa yang mengesankan. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat, sepanjang tahun 2025 perekonomian Nyiur Melambai melaju stabil dengan capaian yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin inklusif.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku tercatat menembus Rp204,75 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 berada di angka Rp113,66 triliun. Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2024.

Pertumbuhan ini memperlihatkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan dengan lonjakan mencapai 9,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri Sulut melonjak tajam hingga 28,42 persen, mencerminkan meningkatnya daya saing produk lokal di pasar internasional.

Performa ekonomi Sulut semakin menguat menjelang akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,95 persen (year-on-year). Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tampil mencolok dengan pertumbuhan 20,67 persen, seiring bangkitnya sektor pariwisata serta geliat UMKM, khususnya kuliner.

Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Sulut bahkan tumbuh 7,02 persen. Lonjakan ini dipicu peningkatan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen dan pertumbuhan sektor jasa lainnya yang mencapai 20,61 persen.

Tak hanya angka makro, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan tren positif. Pada November 2025, jumlah angkatan kerja mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibanding periode sebelumnya. Jumlah penduduk yang bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.

Kualitas ketenagakerjaan turut membaik. Proporsi pekerja formal kini mencapai 46,93 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen atau menurun 0,21 persen poin.

Indikator kesejahteraan sosial pun ikut membaik. Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 6,62 persen, turun dibanding Maret 2025. Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan menurun signifikan menjadi 3,95 persen. Meski demikian, wilayah perdesaan dengan angka kemiskinan 10,11 persen masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) juga menurun menjadi 0,341. Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen penduduk terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran, menandakan manfaat pertumbuhan ekonomi semakin merata.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan bahwa capaian ini harus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada pada jalur yang tepat. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tegas Gubernur.

Dengan tren pertumbuhan yang kuat, kesempatan kerja yang semakin luas, serta kemiskinan dan ketimpangan yang terus menurun, Sulawesi Utara menatap tahun 2026 dengan fondasi pembangunan yang semakin kokoh dan berkelanjutan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Sulut Tancap Gas: PDRB Tembus Rp204,75 Triliun, Pengangguran Turun

Terkini

Iklan