Iklan

Gubernur Yulius Turun Tangan Bersihkan Fesbudaton, Tegaskan Aset Daerah Tak Boleh Terbengkalai

Swara Manado News
Jumat, 24 Juli 2026, 13:51 WIB Last Updated 2026-07-24T06:58:32Z


MINAHASA
– Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menunjukkan komitmennya terhadap penataan aset daerah dengan turun langsung membersihkan kawasan Festival Budaya Tonsea (Fesbudaton), Kelurahan Paleloan, Kabupaten Minahasa, Jumat (24/7/2026).


Kehadiran gubernur awalnya dijadwalkan untuk meninjau aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara seluas sekitar tiga hektare. Namun, setibanya di lokasi, Yulius mendapati Pemerintah Kabupaten Minahasa tengah melaksanakan kerja bakti massal yang dipimpin Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda Watania, M.M.


Tanpa menunggu protokoler, Gubernur Yulius langsung bergabung bersama ASN, aparat daerah, dan masyarakat. Ia ikut mengangkat sampah, membersihkan ilalang, serta menata lingkungan di sekitar kawasan Fesbudaton.


Aksi tersebut mendapat perhatian warga yang menyaksikan langsung kegiatan itu. Kehadiran gubernur di tengah kerja bakti dinilai menjadi bentuk kepemimpinan yang memberikan teladan melalui tindakan nyata.


Di sela kegiatan, Gubernur Yulius menegaskan bahwa aset milik pemerintah tidak boleh dibiarkan terbengkalai. Menurutnya, kawasan Fesbudaton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.


"Kalau kerja, kerja yang betul. Ini aset kita, ini milik kita, harus kita rawat dengan baik," tegas Yulius.


Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut melalui penataan yang lebih baik agar mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Utara.


"Saya akan jadikan tempat ini lokasi wisata yang tak kalah menarik dengan Bukit Kasih, Sumaru Endo, dan destinasi wisata lainnya," ujarnya.


Revitalisasi Fesbudaton dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan alam. Dengan pengelolaan yang optimal, kawasan itu diharapkan menjadi ruang publik, pusat kegiatan budaya, sekaligus destinasi wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Kegiatan kerja bakti tersebut sekaligus menjadi langkah awal penataan aset daerah agar kembali berfungsi dan memberi manfaat bagi pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan di Fesbudaton dapat menjadi contoh dalam menjaga dan mengoptimalkan aset milik daerah untuk kepentingan masyarakat.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius Turun Tangan Bersihkan Fesbudaton, Tegaskan Aset Daerah Tak Boleh Terbengkalai

Terkini

Iklan