Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus SE memimpin langsung jalannya upacara. Dengan penuh wibawa, gubernur melakukan pemeriksaan pasukan menggunakan mobil komando DB 1, menyusuri barisan peserta yang berdiri tegap dan siap, mencerminkan disiplin serta penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan.
Prosesi upacara berlangsung tertib dan sarat makna. Detik-detik penghormatan kepada para pejuang menggugah rasa kebangsaan seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.
Kehadiran para kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, jajaran pejabat utama Pemprov, staf khusus gubernur, serta berbagai elemen masyarakat mempertegas kuatnya solidaritas dan persatuan di Bumi Nyiur Melambai.
Tak hanya upacara bendera, peringatan kali ini juga diramaikan dengan drama kolosal Peristiwa Merah Putih yang menggambarkan heroisme rakyat Manado dalam mempertahankan harga diri dan kedaulatan bangsa.
Atraksi budaya turut membakar semangat ribuan warga yang memadati lokasi. Penampilan kabasaran massal yang gagah dan energik, masamper massal yang menggema, alunan musik bambu dan kolintang yang khas, hingga berbagai pertunjukan seni daerah lainnya menjadikan peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan identitas dan kebanggaan daerah.
Momentum 14 Februari ini kembali menegaskan bahwa semangat Merah Putih tidak pernah pudar. Ia terus hidup dalam denyut persatuan, kebersamaan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.
Peringatan ini menjadi pengingat kuat bahwa sejarah bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dijadikan fondasi dalam membangun masa depan Sulawesi Utara yang semakin solid, maju, dan bermartabat.


