Tojo Una-Una, 16 Maret 2026 — mempercepat langkah strategis dalam transisi energi nasional dengan mengawal pembangunan berkapasitas 300 Megawatt (MW) di Kabupaten . Proyek ini digadang-gadang menjadi tulang punggung pasokan listrik hijau di Sulawesi sekaligus penggerak baru pertumbuhan industri.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan lapangan Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, , bersama jajaran pemerintah daerah ke lokasi aliran , Kamis (12/3). Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang berfokus pada pengembangan energi berbasis potensi lokal.
Rizal menegaskan, potensi hidrologi Ulubongka menjadi keunggulan utama proyek ini. Dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 3.330 km² dan debit air rata-rata 132,8 meter kubik per detik, pembangkit ini dinilai sangat layak untuk menopang energi baru terbarukan (EBT) skala besar.
“PLTA Ulubongka akan menjadi pilar utama pasokan listrik bersih di Sulawesi Tengah. Ini bagian dari komitmen kami menuju target Net Zero Emission,” tegas Rizal.
General Manager PLN UID Suluttenggo, , menambahkan bahwa kehadiran pembangkit ini bukan sekadar menambah daya, tetapi akan mengubah struktur sistem kelistrikan regional secara signifikan.
“Ini adalah transformasi bauran energi. Dari kawasan hulu di Pegunungan Bulan Jaya hingga hilir , kami pastikan integrasi sistem berjalan stabil, andal, dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Dari sisi daerah, Bupati Tojo Una-Una, , menyebut proyek ini sebagai katalis besar bagi ekonomi lokal. Selain membuka lapangan kerja, kehadiran listrik yang andal dinilai akan mempercepat pertumbuhan sektor industri dan pariwisata.
“Ini peluang besar bagi daerah. Kami siap mengawal agar proyek ini menjadi warisan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Ilham.
Hal senada disampaikan Bupati Morowali Utara, , yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, mengingat aliran sungai melintasi dua kabupaten.
“Dampaknya akan luas, terutama untuk mendukung hilirisasi industri di Morowali Utara dan kebutuhan listrik masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Anggota DPD RI, , yang mendorong agar proyek ini tetap memperhatikan aspek sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan percepatan PLTA Ulubongka, PLN menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis energi bersih. Jika berjalan sesuai target, proyek ini akan menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan Sulawesi di masa depan.


