Iklan

Langkah Penuh Makna Hikmah Latipu: Dari Pengabdian Menuju Harapan Baru Desa Sea

Swara Manado News
Minggu, 26 April 2026, 22:59 WIB Last Updated 2026-04-26T14:59:51Z


MINAHASA
– Suasana pagi di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Minggu (26/04), terasa berbeda. Di tengah dinamika Pemilihan Hukum Tua (Pilkades) yang kian menghangat, satu nama hadir membawa nuansa tersendiri—Hikmah Latipu. Dengan langkah mantap dan penuh keyakinan, ia resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Hukum Tua di Sekretariat Panitia PILHUT sekitar pukul 10.26 WITA.


Kedatangannya bukan sekadar rutinitas administratif. Di balik berkas-berkas yang dibawanya, tersimpan semangat pengabdian dan harapan besar untuk masa depan desa. Hikmah tampil sebagai sosok yang menawarkan warna baru, dengan pesan kuat tentang kebersamaan dalam keberagaman.

Sebagai satu-satunya bakal calon berlatar belakang Muslim di Desa Sea, kehadiran Hikmah justru mempertegas wajah toleransi yang selama ini dijaga masyarakat. Ia hadir bukan untuk membedakan, melainkan merangkul.

“Ini bukan sekadar langkah politik. Ini adalah bentuk cinta dan pengabdian saya sepenuhnya untuk Desa Sea,” ungkap Hikmah dengan nada penuh keteguhan usai proses pendaftaran.

Bagi Hikmah, visi dan misi bukan sekadar dokumen formalitas. Ia memaknainya sebagai janji yang harus diwujudkan. Fokusnya jelas—mendorong kemajuan desa melalui pemerintahan yang transparan, profesional, dan berpihak pada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru dalam tata kelola pemerintahan desa. Menurutnya, kepatuhan hukum menjadi kunci utama dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026, Hikmah mengingatkan bahwa perangkat desa tidak boleh merangkap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), demi memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan tidak melanggar aturan.

Langkah Hikmah Latipu pun mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak yang melihatnya sebagai simbol kepemimpinan inklusif—figur yang mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat persatuan.

Kini, setelah seluruh berkas diserahkan, Hikmah tinggal menunggu proses verifikasi dari panitia. Namun satu hal yang sudah pasti, langkahnya telah memberi warna baru dalam kontestasi Pilkades Desa Sea.

Di tengah harapan masyarakat akan perubahan, nama Hikmah Latipu hadir sebagai cerita tentang keberanian, ketulusan, dan tekad untuk mengabdi. Sebuah langkah awal yang mungkin saja menjadi awal dari babak baru bagi Desa Sea.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Langkah Penuh Makna Hikmah Latipu: Dari Pengabdian Menuju Harapan Baru Desa Sea

Terkini

Iklan