Bolaang Mongondow - Insiden maut kembali mengguncang sektor pertambangan tradisional. Dua kakak beradik dilaporkan tewas setelah tertimbun longsoran material di lokasi tambang rakyat di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Senin (20/04/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi saat kedua korban tengah melakukan aktivitas penambangan di dalam lubang milik seorang warga. Diduga, struktur tanah yang labil menjadi pemicu utama longsoran mendadak yang membuat korban tak sempat menyelamatkan diri.
Warga yang menerima kabar kejadian langsung bergegas ke lokasi bersama tim evakuasi. Proses pencarian berlangsung dramatis selama beberapa jam, hingga akhirnya kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam timbunan material.
Kapolsek Lolayan, Iptu Johan Atang, memastikan pihak kepolisian telah turun tangan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara, insiden ini terjadi akibat kondisi tanah yang labil serta minimnya standar keselamatan di lokasi tambang,” ungkapnya.
Polisi juga tengah menelusuri legalitas operasional tambang tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian yang berujung pada hilangnya nyawa.
“Kami akan dalami lebih lanjut, termasuk aspek perizinan dan tanggung jawab pengelola. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali membuka fakta pahit tentang lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang tradisional yang kerap mengabaikan standar keselamatan kerja. Tanpa kontrol ketat, tragedi serupa bukan tidak mungkin akan terus terulang.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan tidak mengabaikan risiko tinggi dalam aktivitas penambangan, terutama di lokasi yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai. (5711).




