Iklan

Dari Balik Kamera ke Tengah Lumpur: Wartawan Kotamobagu Datang Bukan Sekadar Meliput, Tapi Membantu Korban Banjir Solimandungan

Swara Manado News
Kamis, 28 Mei 2026, 21:29 WIB Last Updated 2026-05-28T13:29:12Z


BOLMONG, SWARAMANADONEWS.CO — Di tengah lumpur yang masih menutup halaman rumah warga Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (28/5/2026), ada pemandangan berbeda yang jarang terlihat dalam sebuah liputan bencana.


Puluhan wartawan dari Kotamobagu tak hanya datang membawa kamera dan alat rekam. Mereka datang bersama satu unit alat berat excavator, sembako, serta tekad untuk ikut meringankan beban warga yang terdampak banjir bandang dan longsor.


Biasanya, wartawan berdiri di balik garis peristiwa, mencatat, memotret, lalu menyampaikan kabar kepada publik. Namun kali ini, mereka memilih turun langsung ke tengah lumpur, membantu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan pekarangan rumah warga.


Deru mesin excavator yang bekerja sejak siang menjadi simbol kepedulian yang tak berhenti pada pemberitaan. Material batu, tanah, dan kayu yang sempat memutus akses perlahan disingkirkan, membuka kembali jalan bagi aktivitas masyarakat.


Di sela aktivitas itu, para wartawan bersama sejumlah dermawan juga membagikan bantuan sembako dan makanan siap saji kepada warga yang masih bertahan di rumah maupun titik pengungsian.


Aksi kemanusiaan tersebut bermula dari komunikasi antara komunitas wartawan Kotamobagu dengan salah satu pengusaha yang ingin memberikan bantuan nyata kepada korban banjir. Dari pembicaraan sederhana itu, lahirlah gerakan spontan yang akhirnya melibatkan sekitar 22 wartawan untuk turun langsung ke lokasi bencana.


“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai peliput peristiwa, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat yang sedang kesulitan,” ujar salah satu pengusaha yang ikut bergabung dalam kegiatan sosial tersebut.


Bagi warga Solimandungan, kehadiran para wartawan itu bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan. Di tengah rasa lelah menghadapi bencana, mereka merasa tidak sendiri.


Beberapa warga bahkan tampak terharu melihat alat berat mulai membersihkan timbunan longsor yang selama beberapa hari menghambat aktivitas mereka.


Aksi ini menjadi sisi lain dari profesi wartawan  bukan sekadar menyampaikan kabar duka, tetapi juga ikut merasakan dan membantu langsung penderitaan masyarakat.


Di tengah bencana yang datang tanpa peringatan, solidaritas sederhana itu justru menjadi cerita yang paling membekas bagi warga Solimandungan. (74m)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dari Balik Kamera ke Tengah Lumpur: Wartawan Kotamobagu Datang Bukan Sekadar Meliput, Tapi Membantu Korban Banjir Solimandungan

Terkini

Iklan