Minahasa. Smnc--Pemerintah Desa Kolongan Raya menggelar Perayaan Paskah Oikumene 2026 dengan pesan kuat tentang persatuan di tengah dinamika sosial masyarakat.
Hukum Tua Marthen Tambalean dalam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata iman sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
“Maksud dan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan iman kepada Tuhan serta mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, guna menghadirkan nilai-nilai kasih sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Acara tersebut dihadiri Camat Kombi James Limpele pengurus Gereja , warga, jemaat sekitar, Sebagai bagian dari aksi nyata, para Tokoh Agama juga melaksanakan program berbagi kasih dengan warga .
Dalam Ibdah tersebut di Pimpin oleh Pdt Danny Mawuntu MTH, dalam hotbahnya menegaskan bahwa Paskah harus dimaknai sebagai momentum pembaruan, baik secara spiritual maupun sosial.
“Paskah tahun ini berbicara tentang harapan di tengah luka. Kami memahami proses adaptasi di lingkungan baru bagi masyarakat Kolongan Raya tidaklah mudah, namun makna Paskah diharapkan mampu menciptakan pembaharuan masyarakat untuk hidup berdampingan dalam damai,” urainya.
Dalam acara yang bertema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” ini, Pdt Mawuntu juga menyoroti pentingnya membangun harmoni di tengah perbedaan latar belakang masyarakat, khususnya di kolongan Raya .
Menurutnya, gesekan sosial dalam proses adaptasi merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, nilai-nilai Paskah justru mengajarkan pentingnya membangun relasi yang saling memahami.
“Perbedaan adalah realitas, tetapi juga peluang untuk memperkuat persaudaraan. Di sinilah makna kebangkitan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata pemimpin yang dekat dengan semua lapisan masyarakat ini.
Ia pun mengapresiasi keharmonisan umat beragama di Kolongan Raya l, di mana perayaan Paskah berlangsung beriringan dengan Idulfitri, Lebaran Ketupat, dan Nyepi. Hal ini menjadi bukti indahnya kebersamaan sebagai sesama ciptaan Tuhan.(Jem)


