Iklan

SPPG Sindulang Satu Cetak Sejarah, Jadi Pelopor Perlindungan JKN untuk Relawan di Manado

Swara Manado News
Senin, 08 Juni 2026, 09:50 WIB Last Updated 2026-06-08T01:50:56Z


Manado - Langkah progresif ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, dengan memastikan seluruh tenaga relawannya terlindungi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bersama BPJS Kesehatan, SPPG Sindulang Satu tercatat sebagai SPPG pertama di Kota Manado yang secara menyeluruh mendaftarkan relawan sebagai peserta aktif JKN.


Kebijakan ini menjadi perhatian karena tidak hanya menyentuh aspek pelayanan gizi masyarakat, tetapi juga memperlihatkan kepedulian terhadap jaminan kesehatan para relawan yang selama ini berada di garis depan pelayanan sosial.


Ketua Yayasan Kawanua Maju Bergizi (KMB), Geysbert J. Lumempouw, menegaskan bahwa perlindungan kesehatan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi.


“Relawan adalah tulang punggung operasional SPPG. Mereka bekerja melayani masyarakat setiap hari, sehingga harus mendapat kepastian perlindungan kesehatan. Dengan menjadi peserta aktif JKN, mereka bisa bekerja lebih tenang tanpa dihantui risiko biaya pengobatan ketika sakit,” ujar Geysbert.


Tak berhenti pada relawan, Yayasan KMB juga mengambil langkah lebih luas dengan memastikan anggota keluarga relawan ikut memperoleh akses perlindungan kesehatan. Bersama BPJS Kesehatan, dilakukan validasi status kepesertaan untuk memastikan siapa saja yang belum aktif atau belum memiliki jaminan kesehatan.


Bagi relawan yang belum terdaftar aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran, proses pendaftaran langsung dilakukan bersama anggota keluarganya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang jarang dilakukan oleh lembaga pelayanan masyarakat.


Kepala SPPG Sindulang Satu, Anggita Suaiba, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima koordinasi dari BPJS Kesehatan. Pendataan relawan langsung dilakukan demi memastikan tidak ada tenaga pelayanan yang bekerja tanpa perlindungan kesehatan.


“Sebagai pimpinan SPPG, saya ingin seluruh tim bekerja dengan aman dan terlindungi. Karena itu, data relawan segera kami siapkan agar seluruhnya bisa memiliki status kepesertaan JKN aktif,” kata Anggita.


Sementara itu, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi atas langkah yang dinilai menjadi contoh positif bagi yayasan dan organisasi sosial lainnya di Sulawesi Utara.


Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado, Daniel Tambayong, menilai inisiatif Yayasan KMB menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan relawan dan keluarganya.


“Ini bukan hanya soal administrasi kepesertaan, tetapi bentuk tanggung jawab sosial yang sangat baik. Kami berharap langkah SPPG Sindulang Satu dapat menginspirasi yayasan, komunitas, dan organisasi lain untuk memastikan pekerja maupun relawannya memiliki jaminan kesehatan aktif,” ujar Daniel.


Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial, langkah SPPG Sindulang Satu menjadi sinyal kuat bahwa pelayanan kemanusiaan harus berjalan beriringan dengan jaminan kesejahteraan bagi para pelaksananya.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • SPPG Sindulang Satu Cetak Sejarah, Jadi Pelopor Perlindungan JKN untuk Relawan di Manado

Terkini

Iklan