Iklan

“Sulut Melejit di Era Yulius Selvanus! Ekonomi Tumbuh 5,66 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Turun Drastis”

Swara Manado News
Kamis, 04 Juni 2026, 12:10 WIB Last Updated 2026-06-04T04:10:17Z


MANADO - Provinsi Sulawesi Utara mencatat capaian sosial-ekonomi impresif hingga akhir tahun 2025. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sulut terus melaju kuat di tengah tantangan global, disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan.


Dalam laporan BPS, ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 5,66 persen.


Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Sulawesi Utara sedang berada dalam jalur akselerasi pembangunan ekonomi yang stabil dan progresif.


Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Pergudangan, serta Jasa Keuangan dan Asuransi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri dan konsumsi rumah tangga menjadi penggerak terbesar.


Tak hanya itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Sulawesi Utara juga terus meningkat hingga mencapai Rp75,24 juta pada tahun 2025.


Di bidang ketenagakerjaan, kondisi Sulut menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 turun menjadi 5,78 persen atau berkurang 0,21 persen poin dibanding Agustus 2025.


Jumlah angkatan kerja tercatat mencapai 1,43 juta orang, dengan 1,35 juta di antaranya telah bekerja. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 22,88 persen.


Namun demikian, BPS mencatat tantangan pengangguran masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, terutama Kota Manado sebagai pusat ekonomi Sulawesi Utara. Tingginya arus urbanisasi dan pertumbuhan pencari kerja disebut menjadi penyebab utama tingginya angka pengangguran di ibu kota provinsi tersebut.


Sementara itu, angka kemiskinan Sulawesi Utara kembali mencatat prestasi membanggakan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 6,62 persen atau sekitar 172,13 ribu orang. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang berada di level 8,25 persen.


Bahkan, Sulawesi Utara kini tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Pulau Sulawesi.


Penurunan kemiskinan ini juga diikuti membaiknya indikator ketimpangan sosial. Gini Ratio Sulawesi Utara pada September 2025 berada di angka 0,341. Berdasarkan standar Bank Dunia, Sulut masuk kategori ketimpangan rendah karena kelompok 40 persen terbawah menguasai 19,90 persen pengeluaran masyarakat.


Sejumlah faktor disebut menjadi pendorong lonjakan ekonomi Sulut sepanjang 2025. Di antaranya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembukaan rute penerbangan internasional Manado–Shenzhen dan Manado–Incheon, hingga peningkatan ekspor luar negeri terutama komoditas lemak dan minyak hewan.


Pengamat menilai kombinasi program nasional dan kebijakan daerah di era Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, berhasil menciptakan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


“Data BPS menunjukkan Sulawesi Utara sedang berada dalam momentum emas pertumbuhan. Tantangan masih ada, terutama di sektor pengangguran perkotaan, tetapi arah pembangunan ekonomi daerah saat ini sangat positif,” tulis analisis berbasis AI terhadap dokumen resmi BPS.


Dengan capaian tersebut, Sulawesi Utara kini dipandang sebagai salah satu provinsi dengan performa ekonomi paling stabil di kawasan timur Indonesia.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • “Sulut Melejit di Era Yulius Selvanus! Ekonomi Tumbuh 5,66 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Turun Drastis”

Terkini

Iklan