Iklan

Askaindo Sulut Tindak lanjuti laporan Masyarakat terkait PLTU Tawaang

Sabtu, 18 Juli 2026, 19:12 WIB Last Updated 2026-07-18T11:12:26Z


Ketua ORMAS Aliansi Kebangsaan Indonesia ASKAINDO Sulut Noldy Poluakan tindak lanjuti Laporan Masyarakat terkait dugaan adanya pembuangan limbah berbaya oleh PLTU Tawaang kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan 


Noldy Poluakan saat di wawancara mengatakan, laporan masyarakat ini sudah lama kami terima dan karena itu perlu kami konfirmasi langsung dalam hal ini dengan Manager PLTU tapi karena satu dan lain hanya di terima oleh Humas 


Adapun persoalan yang di laporkan masyarakat tersebut antara lain terkait pertama, dugaan pembuangan sebagian limbah berbahaya berupa flyash atau debu sisa pembakaran batubara yang tidak pada tempatnya dan proses pembuangan limbah tersebut tidak menggunakan perusahaan dan alat yang sesuai ketentuan 



Kedua, ada ratusan nyawa manusia yang terdiri dari 2 dusun yang ada di lingkar PLTU terancam nyawa mereka dan terinformasi bahwa 2 dusun tersebut sudah di tetapkan oleh dinas kesehatan Minsel sebagai daerah pengidap TBC termasuk hewan dan tanaman masyarakat terancam keberlangsungan hidupnya oleh karena sering terpapar debu batubara 


Ketiga menurut Poluakan, diseputaran pantai atau lokasi titik bongkar muat batubara atau JT telah terjadi kerusakan biota laut dimana terumbuh karang dan ekosistemnya mengalami kerusakan akibat sering berjatuhan matrial batubara pada saat bongkar muat


Humas PLTU Tawaang saat di temui mengatakan bahwa, pada dasarnya setelah melalui penelitian ilmiah secara akademik dari beberapa institusi, lembaga dan lainnya bahwa secara umum penelitian terkait FABA atau limbah batubara aman dan bahkan bisa di jadikan pupuk bagi tanaman ujar Humas PLTU Tawaang 


Lebih lanjut Humas mengatakan, limbah batubara tersebut sudah di periksa dan di teliti oleh kementerian ESDM RI dan hasilnya bukan limbah yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan hidup jadi benar benar aman, cuma memang kami agak kurang sosialisasinya 


Terkait dengan 2 dusun permukiman di lingkar PLTU menurut dinas kesehatan Minsel bahwa debu batubara tidak menjadi penyebab orang mengalami penyakit TBC melainkan penyebab orang mengalami atau mengidap penyakit ini adalah karena virus jadi Limbah batubara bukan penyebab orang mengalami sakit TBC katanya 


Masih kata Humas, terkait pantai seputaran JT atau lokasi tempat bongkar muat batubara, tidak ada kerusakan biota laut dan terumbuh karang disana semua baik baik saja informasi itu tidak benar tutupnya

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Askaindo Sulut Tindak lanjuti laporan Masyarakat terkait PLTU Tawaang

Terkini

Iklan