Iklan

Tak Mau Rakyat Dibebani Pajak, YSK Genjot PAD Lewat Aset dan BUMD

Swara Manado News
Selasa, 07 Juli 2026, 18:48 WIB Last Updated 2026-07-07T10:50:18Z


Manado - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus mengirimkan pesan kuat kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi. 


Di tengah tantangan fiskal daerah, ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada rutinitas, lalu bergerak lebih kreatif dan agresif menggali sumber-sumber pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat dengan pajak baru.


Arahan tersebut disampaikan Gubernur yang disapa akrab YSK saat memimpin rapat kerja perangkat daerah di Wisma Negara Bumi Beringin, Selasa (7/7/2026).


Menurut YSK, Sulut memiliki kekayaan aset dan potensi yang sangat besar. 


Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, melainkan keberanian mengubah aset yang selama ini terbengkalai menjadi sumber pendapatan yang mampu memperkuat keuangan daerah.


"BUMD kita hadir bukan untuk membebani masyarakat dengan pajak baru, tetapi menjadi mesin yang menghasilkan pendapatan daerah dari potensi dan aset yang kita miliki," tegas YSK.


Karena itu, ia menginstruksikan seluruh OPD membangun sinergi yang lebih kuat bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Membangun Sulut Maju (MESMA), PT Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU), Bank SulutGo (BSG), serta Tim Khusus yang telah dibentuk Pemerintah Provinsi Sulut.


*Aset Jangan Lagi Jadi Beban


Dalam arahannya, Gubernur menyoroti masih banyak aset pemerintah yang belum memberikan manfaat ekonomi. 


Salah satu contoh yang disampaikan adalah kapal-kapal milik Dinas Perhubungan yang setiap tahun menghabiskan anggaran perawatan, namun belum mampu menghasilkan pemasukan bagi daerah.


Menurutnya, pola seperti itu harus segera diakhiri.


"Jangan setiap tahun hanya mengajukan docking kapal. Aset itu harus diberdayakan dan menghasilkan uang. Minimal biaya perawatannya bisa ditutup dari pemanfaatannya," ujarnya.


Bagi YSK, setiap aset milik pemerintah harus menjadi instrumen pembangunan yang produktif, bukan sekadar menjadi beban dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


*Minta OPD Jemput Bola ke Pemerintah Pusat


Tak hanya fokus pada optimalisasi aset daerah, Gubernur juga meminta seluruh kepala OPD lebih aktif memperjuangkan kepentingan Sulut di tingkat nasional.


Ia menilai sudah saatnya birokrasi meninggalkan budaya menunggu dan mulai "menjemput bola" ke kementerian maupun lembaga pemerintah pusat agar lebih banyak program dan anggaran dapat dibawa pulang ke Sulut.


"Sekarang tidak ada lagi yang namanya menunggu. Harus jemput bola. Kalau kita diam, pemerintah pusat menganggap Sulawesi Utara tidak membutuhkan bantuan. Tapi ingat, kalau ke Jakarta jangan berlama-lama. Selesaikan pekerjaan, lalu kembali karena pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan," tegasnya.


Untuk mempercepat langkah tersebut, YSK membentuk Tim Khusus yang bertugas membuka akses ke kementerian, lembaga, hingga investor, sehingga setiap peluang pembangunan dapat dimanfaatkan bagi kemajuan Sulut.


"Tim Khusus ini menjadi jembatan. Cari apa saja yang bisa kita dapatkan untuk Sulawesi Utara. OPD jangan menganggap mereka pesaing. Justru mereka dibentuk untuk membantu kerja pemerintah," katanya.


*Hidupkan Pariwisata, Lirik Kembali Aset Strategis


Di sektor pariwisata, Gubernur menargetkan PT Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU) menjadi ujung tombak pengelolaan seluruh aset wisata milik Pemerintah Provinsi secara profesional dan berorientasi bisnis.


Menurutnya, pemerintah cukup menjalankan fungsi pengawasan, sementara pengelolaan usaha dilakukan oleh perusahaan daerah yang memang dibentuk untuk menciptakan nilai ekonomi.


Bahkan, YSK meminta Biro Hukum mengkaji kemungkinan pengambilalihan aset Hotel Tasik Ria apabila seluruh aspek hukumnya memungkinkan, agar aset strategis tersebut dapat kembali memberikan manfaat bagi daerah.


"Kalau memang memungkinkan, ambil alih dan kelola sendiri. Banyak kegiatan pemerintah nantinya bisa diarahkan ke sana. Tujuannya jelas, mencari pendapatan untuk meningkatkan PAD," katanya.


BSG Ditantang Raih Laba Lebih Besar

Pada sektor keuangan, Gubernur memberikan apresiasi kepada Bank SulutGo yang telah mencapai target laba sebesar Rp420 miliar.


Meski demikian, ia menilai pencapaian tersebut belum menjadi batas akhir. Ia optimistis BSG mampu tumbuh lebih besar dan menargetkan laba hingga Rp500 miliar.


Semua Bermuara pada Kesejahteraan Rakyat

Menutup arahannya, Gubernur YSK mengajak seluruh jajaran pemerintah mengubah pola pikir dalam mengelola pemerintahan. 


Baginya, setiap aset, peluang, dan potensi yang dimiliki Sulut harus dioptimalkan untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga hasilnya dapat kembali dinikmati masyarakat melalui pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan rakyat.


"Kita hidupkan kembali PPSU, MESMA, dan seluruh kekuatan BUMD. Mari kita bantu mereka agar PAD terus meningkat. Semua yang kita lakukan ini untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara," pungkas Gubernur YSK. 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tak Mau Rakyat Dibebani Pajak, YSK Genjot PAD Lewat Aset dan BUMD

Terkini

Iklan