Iklan

Kapolres Boltim Tuai Apresiasi Warga usai Tutup PETI Mintu, Dinilai Selamatkan Lingkungan dan Cegah Ancaman Banjir Bandang

Swara Manado News
Sabtu, 18 Juli 2026, 15:06 WIB Last Updated 2026-07-18T07:06:19Z


BOLTIM
– Langkah tegas Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, dalam menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Perkebunan Mintu, Desa Motongkad Bersatu, Kecamatan Motongkad, mendapat apresiasi dari masyarakat.


Warga menilai tindakan tersebut merupakan bukti nyata kehadiran Polri dalam melindungi kepentingan masyarakat, tidak hanya melalui penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah potensi bencana alam.


Selama ini, aktivitas PETI di kawasan Perkebunan Mintu dikhawatirkan telah menyebabkan kerusakan lingkungan, mulai dari pembukaan lahan, rusaknya vegetasi, hingga terganggunya fungsi kawasan sebagai daerah resapan air. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko banjir bandang saat curah hujan tinggi.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Boltim beserta seluruh jajaran yang telah bertindak tegas. Penutupan tambang ilegal ini membuat masyarakat merasa lebih tenang karena ancaman banjir bandang bisa diminimalkan," ujar salah seorang warga.


Tokoh masyarakat setempat juga memberikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil Polres Boltim. Menurutnya, Perkebunan Mintu memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga ekosistem dan daerah tangkapan air yang harus dijaga demi keselamatan masyarakat.


"Negara hadir melalui aparat kepolisian untuk melindungi rakyat. Ketegasan Kapolres Boltim menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan, bukan kepada pihak-pihak yang merusak alam demi keuntungan pribadi," katanya.


Masyarakat berharap penertiban terhadap aktivitas PETI dilakukan secara berkelanjutan agar para pelaku tidak kembali beroperasi. Mereka juga menyatakan siap mendukung Polres Boltim, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menjaga kawasan Perkebunan Mintu dari segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal.


Warga meyakini bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi generasi mendatang dari dampak kerusakan alam.


Dengan ditutupnya aktivitas PETI di Perkebunan Mintu, masyarakat berharap kawasan tersebut dapat kembali berfungsi sebagai daerah resapan air yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi risiko banjir bandang yang selama ini menjadi kekhawatiran warga.


Langkah AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan bersama jajaran Polres Bolaang Mongondow Timur pun dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi masyarakat, mengedepankan keselamatan rakyat, serta menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga hukum, lingkungan, dan masa depan daerah.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kapolres Boltim Tuai Apresiasi Warga usai Tutup PETI Mintu, Dinilai Selamatkan Lingkungan dan Cegah Ancaman Banjir Bandang

Terkini

Iklan