Iklan

YSK Resmikan Unit Hemodialisis di Bitung

Swara Manado News
Senin, 06 Juli 2026, 19:39 WIB Last Updated 2026-07-06T11:39:04Z


BITUNG – Kehadiran empat mesin hemodialisis di UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Bitung menjadi kabar penuh harapan bagi ratusan pasien gagal ginjal di Kota Bitung. Di balik peresmian yang dilakukan Gubernur Sulawesi Utara, , Senin (6/7/2026), tersimpan fakta memprihatinkan: sekitar 180 pasien masih harus menunggu giliran untuk mendapatkan layanan cuci darah.


Peresmian Unit Pelayanan Hemodialisis tersebut bukan sekadar seremoni pemotongan pita. Bagi para pasien dan keluarga mereka, fasilitas itu menjadi secercah harapan baru di tengah perjuangan melawan penyakit yang mengancam nyawa setiap waktu.


Dalam sambutannya, Gubernur YSK mengenang kunjungan pertamanya ke rumah sakit tersebut saat menyerahkan dua unit ambulans. Kini, ia kembali membawa empat mesin hemodialisis yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Bitung.


“Hari ini kita meresmikan Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung. Saya tentunya bangga karena ini sudah kedua kalinya saya datang ke sini. Kalau yang pertama saya membawa hadiah dua unit mobil ambulans, hari ini saya membawa empat alat hemodialisis yang kita resmikan,” ujar YSK.


Namun di balik rasa bangga itu, YSK juga menyampaikan keprihatinannya. Empat mesin tersebut baru mampu melayani sekitar delapan pasien per hari, sementara jumlah penderita gagal ginjal yang membutuhkan terapi terus meningkat.


“Jangan sampai masyarakat keburu meninggal karena terlambat mendapatkan pelayanan. Ini harus kita tingkatkan secepatnya,” tegasnya.


Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa persoalan layanan kesehatan di daerah masih membutuhkan perhatian serius, terutama untuk penyakit kronis seperti gagal ginjal yang membutuhkan penanganan rutin dan berkelanjutan.


YSK juga menyatakan dukungannya terhadap rencana peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C. Menurutnya, sebagai kota industri dan pelabuhan besar di Sulawesi Utara, Bitung sudah seharusnya memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern.


“Tadi Pak Wali Kota sudah menyampaikan harapannya agar RSUD Kota Bitung bisa naik menjadi Tipe C. Kita akan bantu dorong ke Kementerian Kesehatan. Kota sebesar Bitung sudah seharusnya memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai,” katanya.


Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat Bitung tidak lagi bergantung pada fasilitas kesehatan di daerah lain untuk mendapatkan layanan medis yang lebih lengkap.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sendiri terus mendorong pemerataan pelayanan kesehatan, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Dengan kondisi geografis yang terdiri dari ratusan pulau, akses layanan kesehatan menjadi tantangan besar yang terus diupayakan solusinya.


Data pembangunan manusia Sulut menunjukkan tren positif. Angka harapan hidup kini mencapai 74,44 tahun, tertinggi di Pulau Sulawesi, sementara tingkat melek huruf menembus 99,7 persen. Namun bagi pasien gagal ginjal, pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau tetap menjadi kebutuhan paling mendesak.


Empat mesin hemodialisis yang kini resmi beroperasi di Rumah Sakit Manembo-Nembo memang belum mampu menjawab seluruh kebutuhan pasien. Tetapi dari ruangan itulah, harapan baru mulai tumbuh — harapan agar tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • YSK Resmikan Unit Hemodialisis di Bitung

Terkini

Iklan