MANADO — Persoalan terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 9 Manado yang belakangan ramai dibahas di media sosial mendapat klarifikasi dari pihak sekolah.
Pihak sekolah menjelaskan, persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut terjadi sebelum Hendra Massie, S.Pd., MM menjabat sebagai Kepala SMAN 9 Manado.
Karena itu, pihak sekolah meminta agar informasi yang beredar dapat dilihat berdasarkan kronologi dan waktu kejadian, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam mengaitkan persoalan tersebut dengan kepemimpinan saat ini.
“Permasalahan tersebut terjadi pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya, bukan pada masa kepemimpinan Hendra Massie, S.Pd., MM,” jelas pihak sekolah.
Terkait polemik yang berkembang, pihak sekolah memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada mekanisme hukum agar dapat ditelusuri dan diselesaikan berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku.
Kepala SMAN 9 Manado Hendra Massie juga menyatakan siap membantu apabila aparat penegak hukum membutuhkan data maupun dokumen yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Menurut pihak sekolah, keterbukaan terhadap proses pemeriksaan merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah.
Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan lembaga pendidikan, diharapkan dapat dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam persoalan Dana BOS, sekolah menilai penting untuk melihat seluruh informasi berdasarkan data dan kronologi yang lengkap, termasuk membedakan kejadian pada masa kepemimpinan sebelumnya dengan pengelolaan sekolah saat ini.
Semangat keterbukaan dan akuntabilitas tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan anggaran yang transparan dan bertanggung jawab, termasuk di sektor pendidikan.
Dengan menyerahkan persoalan kepada mekanisme hukum, SMAN 9 Manado berharap prosesnya dapat berjalan secara objektif dan memberikan kejelasan bagi semua pihak.
Sekolah memastikan akan kooperatif apabila diperlukan dalam proses klarifikasi maupun pemeriksaan, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghormati proses yang sedang berlangsung.


