BOLMONG - Kelangkaan BBM jenis Pertalite terjadi di SPBU 74.957.05 Kosio, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kondisi tersebut menyebabkan pasokan BBM di tingkat SPBU terbatas dan dikeluhkan masyarakat.
Penanggung jawab SPBU Kosio, Deni, mengatakan keterbatasan stok bukan disebabkan oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran, melainkan karena adanya pengurangan pasokan dari penyuplai utama.
Menurut Deni, kondisi tersebut terjadi selama tiga hari berturut-turut akibat keterlambatan kapal tanker masuk ke Depot Pertamina Bitung karena faktor cuaca berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
“Situasi penerimaan stok di SPBU yang dikurangi akibat keterlambatan kapal tanker masuk depot Pertamina Bitung dikarenakan musim angin/gelombang. Dan berlaku di semua SPBU se-Sulut,” ujar Deni saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Keterbatasan pasokan tersebut berdampak pada stok Pertalite di SPBU Kosio. Sementara itu, tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur Trans Dumoga turut membuat persediaan BBM lebih cepat habis.
Deni memastikan kondisi tersebut tidak terjadi pada seluruh jenis BBM. Untuk Solar, kata dia, stok masih tersedia.
“Untuk stok BBM jenis Solar sampai saat ini masih,” katanya.
Terkait harga, Deni membantah adanya penjualan BBM dengan harga di atas ketentuan pemerintah. Ia menegaskan SPBU Kosio tetap mengikuti harga resmi yang telah ditetapkan.
“Di SPBU Kosio harga sesuai dengan aturan yang ada, tidak ada yang menjual melebihi harga yang sudah menjadi ketentuan pemerintah,” tegasnya.
Deni mengatakan pasokan Pertalite diperkirakan kembali normal pada awal September. Ia meminta masyarakat tidak panik maupun mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Jangan terpancing dengan isu serta info-info yang belum tentu kebenarannya, yang nanti hanya akan memperkeruh suasana,” ujarnya.
Pihak SPBU Kosio juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, termasuk pengguna kendaraan roda dua dan roda empat serta petani yang menggunakan surat rekomendasi pembelian BBM.
Deni mengatakan pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama pasokan Pertalite masih terbatas.
“Kami dari pihak SPBU 7495705 Kosio memohon maaf atas pelayanan kami kepada seluruh konsumen pengguna BBM Pertalite dan kepada petani yang membawa surat rekomendasi pertanian untuk dapat bersabar karena pasokan stok BBM Pertalite terbatas dan nantinya akan stabil awal September,” jelasnya.
Keterangan mengenai gangguan pasokan akibat keterlambatan kapal tanker juga muncul dalam pemberitaan lokal pada 31 Agustus 2026, yang menyebut pengurangan penerimaan stok Pertalite di SPBU Kosio selama tiga hari. (Tam)


