Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Pesta Ulang Tahun Berujung Darah, IRT di Mitra Diduga Jadi Korban Kekerasan

Swara Manado News
Rabu, 09 September 2026, 12:21 WIB Last Updated 2026-09-09T04:21:53Z


MINAHASA TENGGARA
— Sebuah pesta ulang tahun di Desa Mundung, Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sabtu (5/9/2026) malam, berakhir dengan insiden yang melibatkan seorang ibu rumah tangga (IRT), Ghita Gorung.

Ghita disebut mengalami luka setelah terjadi persoalan dengan suaminya, Rio Koyong, saat acara berlangsung. Informasi yang diterima menyebutkan, pesta tersebut dihadiri sejumlah tamu dan terdapat konsumsi minuman keras.

Peristiwa disebut bermula ketika sejumlah pekerja meminta pembayaran gaji kepada Ghita. Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada Rio hingga situasi dilaporkan memanas.

Menurut informasi yang dihimpun, terjadi dugaan tindakan kekerasan terhadap Ghita hingga korban mengalami luka dan mengeluarkan darah. Sejumlah tamu kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Seseorang yang disebut berusaha melerai kejadian itu juga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala setelah diduga terkena pukulan menggunakan kepala ikat pinggang.

Nama Rio Koyong Disebut dalam Isu PETI

Selain persoalan tersebut, nama Rio Koyong juga menjadi sorotan menyusul informasi yang mengaitkannya dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Minahasa Tenggara.

Informasi mengenai keterkaitan tersebut belum terverifikasi secara independen. Karena itu, diperlukan penyelidikan aparat untuk memastikan legalitas maupun pihak yang terlibat dalam aktivitas pertambangan tersebut.

Aparat juga diharapkan memeriksa informasi secara menyeluruh apabila terdapat laporan mengenai aktivitas pertambangan tanpa izin.

Rio Bantah dan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rio Koyong membantah pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.

Ia meminta media tidak membuat pemberitaan secara sembarangan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum apabila informasi mengenai persoalan keluarganya dinilai tidak benar.

“Maaf, jangan asal ba bikin berita. Kalau masalah lain kita masih bisa ambil sikap tenang dan sabar, tapi kalau menyangkut keluarga pribadi, biar sampai di mana kita akan ambil jalur hukum tuntut pa ngoni,” tulis Rio.

“Yang penting jangan ada yang salah berita ini boss,” tambahnya.

Pernyataan Rio tersebut merupakan hak jawab dari pihak yang diberitakan.

Aktivis Minta Polisi Periksa Secara Profesional

Aktivis Sulawesi Utara, Jeffrey Sorongan, meminta aparat kepolisian memastikan fakta terkait laporan dugaan kekerasan tersebut.

“Kapolres Mitra jangan tinggal diam. Jika memang ada perbuatan yang melawan hukum, siapa pun harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” kata Sorongan.

Ia juga meminta informasi mengenai dugaan penggunaan narkotika, apabila memiliki dasar dan indikasi yang cukup, diperiksa sesuai prosedur hukum.

Terkait informasi PETI, Sorongan meminta aparat turut memastikan legalitas aktivitas pertambangan yang disebut-sebut berkaitan dengan Rio Koyong.

“Kalau memang ada laporan atau informasi mengenai PETI, jangan dibiarkan. Periksa legalitasnya. Kalau tidak memiliki izin, tentu harus diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Hingga kini, kepastian mengenai rangkaian kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan aparat. Keterangan korban, saksi, bukti medis, serta klarifikasi pihak yang disebut dalam perkara menjadi bagian penting untuk mengungkap fakta secara utuh.

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait.

๐Ÿ‘️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pesta Ulang Tahun Berujung Darah, IRT di Mitra Diduga Jadi Korban Kekerasan

Terkini

Iklan