Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Pemprov Sulut Luncurkan BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, 18.000 ASN Bisa Belajar Digital

Swara Manado News
Senin, 26 Oktober 2026, 20:24 WIB Last Updated 2026-10-26T12:24:49Z


MANADO
— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) meluncurkan program ASN BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY (Your Skill & Knowledge – Your Key to Victory) untuk memperluas akses pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui pembelajaran digital.


Program yang digagas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Utara itu diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN Tahun 2026 di Kantor BPSDM Sulut, Senin (26/10/2026).


Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, SIP, MM, mengatakan pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme ASN dan kualitas pelayanan publik.


Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi aparatur, terutama di tengah keterbatasan anggaran pelatihan konvensional.


“Melalui program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi ASN, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran pelatihan,” ujar Tahlis saat memberikan arahan pembukaan.


Program ini menyasar sekitar 18.000 ASN di lingkungan Pemprov Sulut. Melalui sistem tersebut, setiap aparatur diharapkan dapat memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran (JP) setiap tahun.


Kepala BPSDM Sulut, Franky Tintingon, menjelaskan program ini dirancang untuk menjawab persoalan belum meratanya kesempatan ASN mengikuti pendidikan dan pelatihan.


“Yang dibutuhkan cuma waktu, smartphone dan kuota,” kata Tintingon.


Pada tahap awal, BPSDM Sulut menyediakan 18 materi pembelajaran digital dengan total 36 JP. Setiap materi memiliki bobot dua JP sehingga ASN yang menuntaskan seluruh pembelajaran berkesempatan memperoleh 36 JP, melampaui ketentuan minimal 20 JP per tahun.


Materi pembelajaran disajikan melalui bacaan, video, pelatihan, dan kuis untuk mengevaluasi pemahaman peserta.


ASN yang menyelesaikan seluruh tahapan dan dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat yang dapat didaftarkan dalam sistem MyASN.


“Kalau satu ASN mengikuti semua, terpenuhi 36 JP dari 18 pembelajaran ini. Jadi, lebih dari cukup untuk pengembangan kompetensi,” jelas Tintingon.


Melalui pembelajaran digital, ASN dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara lebih fleksibel tanpa harus selalu meninggalkan tempat kerja untuk mengikuti pelatihan tatap muka.


Selain peluncuran program, BPSDM Sulut juga menyiapkan pengembangan sistem pembelajaran yang lebih terintegrasi melalui konsep Mapalus Corporate University.


Menurut Tintingon, pihaknya tengah menyiapkan regulasi berupa peraturan gubernur sebagai landasan pengembangan sistem tersebut. Konsep ini diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran aparatur yang terencana, sistematis, dan sesuai kebutuhan organisasi pemerintahan.


Pengembangan itu juga mengacu pada pendekatan Government Learning Network, yakni jejaring pembelajaran di lingkungan pemerintahan untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong pertukaran pengalaman antaraparatur.


BPSDM Sulut merencanakan pengembangan aplikasi pada 2027, termasuk integrasi pembelajaran digital dengan pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan perangkat daerah.


“Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan gap kompetensi ASN di perangkat daerah. Ke depan, aplikasi ini akan dikembangkan, termasuk dengan pelaksanaan diklat-diklat yang bersesuaian,” ungkap Tintingon.


Rapat koordinasi tersebut turut membahas evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sepanjang 2026 serta persiapan program diklat tahun 2027. Kegiatan dihadiri sejumlah sekretaris daerah dan kepala badan kepegawaian daerah (BKD) se-Sulawesi Utara.


Rangkaian kegiatan juga diisi penyuluhan antikorupsi dengan menghadirkan Dr. Magdalena Wullur sebagai narasumber.


Melalui program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut mendorong pemerataan akses pembelajaran sekaligus penguatan integritas dan profesionalisme ASN. Program ini diharapkan mendukung peningkatan kapasitas aparatur agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulut dalam mendukung visi dan misi Gubernur Yulius Selvanus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan daerah.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemprov Sulut Luncurkan BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, 18.000 ASN Bisa Belajar Digital

Terkini

Iklan