SMNC - Ketua DPW Barisan Relawan Prabowo Nusantara (BRPN) Sulawesi Utara sekaligus Komite BSG, Rusli Aimbu, mendorong penguatan produksi rica lokal sebagai langkah jangka panjang untuk membantu mengatasi lonjakan harga cabai rawit di Sulawesi Utara akibat musim kemarau berkepanjangan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan, BRPN Sulawesi Utara mengembangkan budidaya rica di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, dengan target menanam 16 ribu pohon rica lokal Talaud pada awal November 2026.
Rusli mengatakan, mendatangkan rica dari luar daerah merupakan solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan pasar dalam jangka pendek. Namun, menurutnya, langkah tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan produksi pertanian lokal agar daerah memiliki pasokan yang lebih kuat ketika menghadapi gangguan cuaca dan distribusi.
“Seharusnya semua pemangku kepentingan mengantisipasi sejak awal agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Untuk jangka panjang, pemerintah perlu memotivasi masyarakat, khususnya petani, agar kembali berkebun,” ujar Rusli.
Ia juga menekankan pentingnya bantuan stimulan dari pemerintah yang diberikan secara tepat waktu dan tepat sasaran guna mendukung petani dalam mengembangkan usaha pertanian.
Menurut Rusli, budidaya rica yang dilakukan BRPN Sulawesi Utara di Desa Suwaan diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dan petani untuk memanfaatkan lahan produktif serta berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah menekan inflasi akibat kenaikan harga rica di pasaran. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada proses budidaya, kondisi cuaca, pemeliharaan tanaman, dan hasil panen.
BRPN Sulawesi Utara berharap gerakan menanam rica dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperkuat produksi pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Jaga Pangan, Jaga Masa Depan,” menjadi semangat BRPN Sulawesi Utara dalam mendukung ketahanan pangan dengan slogan “Satu Komando, Salam Satu Pacol.”


