Iklan

Iklan

Kisruh GPDI Eklesia Makin Memanas

Swara Manado News
Sabtu, 20 Mei 2023, 07:58 WIB Last Updated 2023-05-19T23:58:39Z


Langowan - Peristiwa memprihatikan terjadi di GPdI Eklesia Langowan pada hari Rabu (17/5/2023). Saat rapat panitia KKR akbar yang digelar oleh Komisi Daerah Penginjilan GPdI Sulut selesai dan sementara ramah tamah tiba tiba muncul segerombolan orang orang yang mengatas namakan jemaat GPdI Eklesia Langowan versi Plt saat ini dan berniat membubarkan kegiatan dengan alasan tidak ada ijin dan tidak melapor ke Plt gembala.


Plt Gembala sendiri adalah Pdt. BL yang ditempatkan oleh Majelis Pusat yang sebenarnya untuk menangani permasalahan yang terjadi disana dalam hal mendamaikan dan menyelesaikan masalah antara 2 kubu.


Mendapat serbuan segerombolan orang dan sambil mencak mencak dan membanting kursi di dalam gereja sontak membuat para pendeta dan panitia lainnya yang hadir di rapat langsung bubar dan memilih keluar karena segerombolan orang ini terlihat sudah sangat emosional. 


Kegiatan KKR akbar ini sendiri sudah lama direncanakan dan menggelar rapat secara berpindah pindah dan kali ini giliran gereja dari ibu gembala yang jadi lokasi rapat.


 “Kami kan hanya tamu dan menggelar rapat pada akhirnya kami tahu kubu mana yang emosional dan merasa benar, “ungkap seorang gembala.


Dari beberapa sumber yang diwawancarai termasuk ibu Gembala LT menyampaikan  awalnya mereka rapat dan sudah selesai sementara ramah tamah dan waktu menunjukkan Pkl. 15.00 wita, ibu gembala tahu kalau Pkl. 16.00 wita ada ibadah Pelwap jadi kegiatan sampai Pkl. 15.00 wita. “Kegiatan rapat ini sudah saya laporkan saat rapat MD dan diijinkan dan gereja inipun disepakati digunakan oleh dua kubu, “Ujar ibu Gembala.


Dengan alasan tidak melapor pelaksanaan rapat KDP3 GPdI Sulut ke pihak Plt gembala maka pendukung pihak Plt mendesak masuk dan membuat keributan yang seharusnya tidak perlu karena yang hadir adalah para gembala untuk membicarakan pelaksanaan KKR akbar nantinya. “Torang mo cari mana ketua panitia KKR akbar ada minta ijin ke siapa untuk kegiatan rapat ini, kalau mau buat kegiatan disini harus sepengetahuan Plt gembala, “ujar seorang bapak dalam video yang kini beredar luas.


Untuk diketahui penggunaan gedung GPdI Eklesia Langowan saat ini digunakan oleh kedua belah pihak. Maka terasa aneh jika satu pihak mengklaim penggunaan Gedung gereja dan harus seijin majelis jemaat maupun Plt gembala padahal di satu pihak kubu ibu Gembala pun memiliki hak yang sama dalam penggunaan gereja dan malah dalam cabut undi oleh majelis Daerah berhak menggunakan gereja tapi pihak lain langsung ke Majelis Pusat dan itulah asal muasal MP GPdI mengutus Pelaksana tugas yang tugasnya sudah jelas sebagai Plt untuk mendamaikan dan mengurus persoalan yang terjadi namun nyatanya Plt seolah berpihak ke satu kubu.


Peristiwa ini sangat memalukan dimana para pendeta dan pengurus KDP3 Sulut yang sedang rapat dan sama sekali tidak ada urusan dengan permasalahan yang terjadi setelah doa tutup para gembala dan panitia malah kena semprot dari kubu Plt gembala, mereka langsung masuk dan marah marah.


Ampera Matippanna sebagai salah satu warga GPdI yang berdomisili di makassar ketika dimintai tanggapannya dari sudut pandang hukum menyampaikan bahwa ibu gembala tersebut seharusnya tidak perlu mendapatkan ijin dari Plt mengingat bahwa gedung tersebut memang dimanfaatkan secara bersama oleh kedua belah pihak. “Tidak perlu melapor dan ini jadi tidak rasional karena memang Gedung itu sementara dimanfaatkan oleh 2 pihak jemaat dan Ibu gembala statusnya memegang Sk dan ibu gembala diakui MD Sulut dan Majelis Pusat, dan SK penunjukkan Plt dalam diktum keputusan MP tidak sama sekali mengatur pembatalan kedudukan ibu gembala tersebut sebagai gembala jemaat Eklesia,”Ujar Ampera Matippanna


Sementara jemaat dari kubu Plt gembala berinisial M yang dihubung berulang ulang untuk meminta tanggapan tentang alasan dari kubu Plt gembala membuat keributan di dalam gereja dari versi mereka, tidak mau mengangkat telepon dan membalas WA. “Pada dasarnya kami meminta agar pimpinan gereja atau Majelis pusat dapat menarik Plt yang ditugaskan yang sudah 3 bulan hingga tanggal 16 mei, agar segera menyerahkan permasalahan ini ke MD GPdI Sulut, “kata Ibu Gembala Eklesia.


Info terkini Ibadah yang biasanya dibagi waktunya antara kedua kubu pada akhirnya Kembali timbul kekacauan dimana gereja dikuasai oleh pendukung Plt dan tidak memberi waktu bagi kubu ibu Gembala untuk beribadah dalam perayaan hari kenaikan Tuhan Yesus dan hal ini seolah dibiarkan terjadi oleh Plt gembala.


MD GPdI Sulut sendiri sebenarnya sudah memberikan solusi yang baik namun di tolak oleh pihak lain yang akhirnya membawa permasalahan ini ke Majelis Pusat GPdI dan MP mengutus Plt tapi untuk berdiri di dua kubu dan mencari solusi terbaik hanya sayang pada kenyataannya Plt berdiri di kubu yang lain dan lupa tugas pokoknya yakni mendamaikan bagi kedua kubu yang berbeda pendapat.


“Semoga permasalahan di GPdI eklesia Langowan segera selesai dan ada baiknya dibentuk tim saja untuk menangani dan apapun keputusan tim independen tersebut harus diterima terutama mungkin ke arah pemekaran, “ucap seorang bapak yang tidak mau disebutkan namanya. Haleluya.(Jem)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kisruh GPDI Eklesia Makin Memanas

Terkini

Iklan