Manado - Memasuki bulan Desember, suasana Natal mulai terasa kental di berbagai penjuru Sulawesi Utara
Ketua Jemaat GMIM Betesda Perkamil, Pdt. Stefy Rompas S.Th, didampingi Ketua Panitia Lomba, Ibu Anita Muaya Rondonuwu, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program jemaat untuk merayakan Natal dengan cara yang inspiratif dan ramah lingkungan.
Mereka menggelar lomba pohon Natal unik yang seluruhnya dibuat dari bahan-bahan bekas.
“Kami ingin menghadirkan sukacita Natal melalui kreativitas. Bahan bekas ini diolah menjadi sesuatu yang indah. Selain mendukung lingkungan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar kolom,” ujar Rondonuwu.
Jemaat GMIM Betesda Perkamil sendiri berada di wilayah pelayanan Manado Timur V, terdiri dari enam kolom hasil pemekaran dari GMIM Saptamarga Solafide Perkamil. Setiap kolom diwajibkan menampilkan satu pohon Natal setinggi 2,5 meter yang kini terpajang megah tepat di depan gereja.
Hasilnya, enam pohon terang berdiri dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang memanfaatkan botol plastik, kertas koran, potongan kayu, hingga plastik bekas semuanya tersusun menjadi ornamen Natal yang tak hanya unik, tetapi juga memancarkan pesan tentang kreativitas dan kesadaran lingkungan.
Malam ini, keenam pohon tersebut akan dinilai oleh tim juri profesional yang didatangkan dari luar jemaat. Penilaian mencakup kreativitas, kerapian, pesan tematik, hingga kemampuan memanfaatkan bahan bekas secara maksimal.
Ketua panitia turut mengundang masyarakat Manado untuk datang menyaksikan langsung parade pohon Natal ini.
“Silakan seluruh masyarakat kota Manado datang berkunjung. Pohon-pohon ini bukan hanya dekorasi, tapi karya seni yang dibuat dengan ketulusan dan sukacita,” ujarnya.
Dengan cahaya lampu yang mulai menyala dan antusiasme warga yang meningkat, GMIM Betesda Perkamil sukses menghadirkan semangat Natal yang bercerita hangat, kreatif, dan menginspirasi.


