Iklan

Iklan

DLH Manado Tancap Gas Digitalisasi & Pengelolaan Sampah, SI Alpha Jadi Tonggak Pelayanan Pemakaman Hijau

Swara Manado News
Jumat, 09 Januari 2026, 10:19 WIB Last Updated 2026-01-09T02:23:48Z


MANADO —
Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat tata kelola lingkungan yang modern, transparan, dan berkelanjutan. 

Hal ini ditandai dengan dibukanya Rapat Koordinasi (Rakor) DLH Kota Manado oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Pontowuisang Kakauhe, MM, didampingi Sekretaris  Denny Deddy Sangkaen, S.E., M.E., yang digelar di Aula Pemkot Manado, Jumat (09.01.26).

Rakor tersebut secara khusus membahas implementasi aplikasi SI Alpha, sebuah sistem administrasi pelayanan pemakaman hijau dan asri yang dirancang untuk menghadirkan layanan publik yang tertib, akurat, dan terintegrasi dengan data administrasi kependudukan Kota Manado.


Melalui SI Alpha, DLH memastikan seluruh data warga yang dimakamkan di pekuburan Kota Manado tercatat lengkap, jelas, dan akuntabel, mulai dari identitas hingga layanan pemakaman yang diberikan. 


Sistem ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait, guna mencegah tumpang tindih data dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Kadis DLH Pontowuisang Kakauhe menegaskan bahwa transformasi digital ini merupakan bagian dari komitmen DLH untuk menghadirkan layanan publik yang profesional, sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kelestarian lingkungan.


Tak hanya soal administrasi, Rakor juga menegaskan komitmen DLH dalam melindungi para pekerja lingkungan hidup, yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Manado.


Sementara itu, Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Magrietje Lieke Kembuan, S.Sos, Aj.Ak, memaparkan secara rinci penanganan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kota Manado. Ia menjelaskan bahwa DLH saat ini fokus pada dua program utama, yakni pengolahan sampah serta pengendalian limbah berbahaya dan beracun.


DLH juga terus mendorong peran serta masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumbernya, yang telah melibatkan pengelola hotel, restoran, dan kafe di Kota Manado. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).


Sebagai langkah konkret, DLH akan melakukan penambahan lubang biopori di berbagai titik strategis, mulai dari median jalan hingga area pasar, guna mengurangi genangan air sekaligus mendukung pengelolaan sampah organik.


DLH juga menegaskan bahwa tidak semua sampah akan dibuang ke TPA Ilo-ilo. Sampah yang masuk ke TPA hanyalah sampah residu, sementara sampah yang masih bisa dikelola akan diproses melalui sistem pemilahan dan pengolahan yang telah disiapkan.


Ke depan, DLH Kota Manado menargetkan diri sebagai role model pengelolaan sampah mandiri, dengan membangun budaya pilah sampah dari rumah tangga hingga sektor usaha. 


Masyarakat Kota Manado pun diharapkan aktif memilah sampah agar proses pengelolaan berjalan optimal dan lingkungan kota tetap bersih, sehat, serta lestari.

“Salam Lestari,” menjadi penegasan semangat DLH Manado dalam menjaga lingkungan demi generasi hari ini dan masa depan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DLH Manado Tancap Gas Digitalisasi & Pengelolaan Sampah, SI Alpha Jadi Tonggak Pelayanan Pemakaman Hijau

Terkini

Iklan