MANADO — Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado mengungkap fakta lapangan yang selama ini jarang terdengar ke ruang-ruang rapat. Seorang pekerja kebersihan DLH, Pak Matius Reriban, dengan berani menyampaikan keluh kesah yang mencerminkan beban berat petugas kebersihan kota.
Di hadapan jajaran DLH dan peserta rakor, Pak Matius menegaskan agar DLH tidak terus-menerus dibiarkan bekerja sendiri menangani persoalan sampah, khususnya setelah kegiatan-kegiatan massal yang digelar oleh berbagai instansi maupun masyarakat. Ironisnya, kegiatan tersebut kerap melibatkan ASN, bahkan dihadiri pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Manado.
“Jangan semua dibebankan ke DLH. Setiap kegiatan massal pasti ada sampah, apalagi kalau di dalamnya ada PNS dan pejabat. Harusnya bisa memberi contoh yang baik,” ujar Pak Matius dengan nada tegas.
Ia menyoroti masih rendahnya keteladanan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tidak sedikit kegiatan resmi maupun sosial yang selesai tanpa ada upaya pembersihan oleh panitia pelaksana, seolah-olah sampah yang ditinggalkan akan otomatis diurus oleh petugas kebersihan DLH.
Pak Matius secara khusus mengingatkan bahwa ASN, terlebih para pejabat, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi masyarakat. Tidak meninggalkan sampah sembarangan dan tidak bergantung sepenuhnya pada tim kebersihan seharusnya menjadi sikap dasar dalam setiap kegiatan.
“Kalau bisa, sampah dibersihkan langsung oleh panitia pelaksana. Jangan hanya berharap nanti DLH yang turun bereskan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung menyentuh inti persoalan tata kelola kebersihan kota. Rakor DLH pun menjadi ruang refleksi bahwa persoalan sampah bukan semata urusan teknis, melainkan soal budaya, tanggung jawab, dan keteladanan birokrasi.
Keluhan Pak Matius Reriban menjadi alarm keras bagi seluruh instansi di Kota Manado: kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. DLH bukan satu-satunya garda terakhir, melainkan bagian dari sistem yang seharusnya didukung oleh kesadaran ASN, pejabat, panitia kegiatan, dan seluruh elemen masyarakat.


