Iklan

Iklan

Gerak Cepat di Tengah Duka: Gubernur Yulius Turun Tangan Tangani Banjir Bandang Siau, 11 Warga Meninggal

Swara Manado News
Senin, 05 Januari 2026, 16:48 WIB Last Updated 2026-01-05T08:48:18Z


Sitaro – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin (5/1/2026), mendapat perhatian serius dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Bencana ini menimbulkan korban jiwa, warga hilang, serta kerusakan material yang luas.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah banjir bandang di Siau. Kami sangat prihatin atas kejadian ini,” ujar Gubernur Yulius dalam pernyataan resminya.

Gubernur menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sulut akan memberikan dukungan penuh, baik dalam penanganan darurat maupun proses pemulihan pascabencana.

“Pemprov Sulut akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat Siau. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kita berharap cuaca segera membaik,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Gubernur Yulius telah memerintahkan jajaran terkait di Pemprov Sulut untuk segera menyalurkan bantuan berupa alat berat, logistik makanan, kebutuhan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta bantuan darurat lainnya bagi warga terdampak.

Saat ini, penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Proses evakuasi korban, pendataan dampak, serta pembersihan material banjir masih berlangsung di sejumlah titik.

Banjir bandang dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap secara tiba-tiba dan menerjang permukiman warga.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili. Bencana ini menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, dan akses jalan.

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tercatat 11 orang, korban hilang 4 orang, dan korban luka-luka 18 orang. Dari jumlah korban luka, dua orang mengalami luka berat dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Untuk mempercepat penanganan dan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gerak Cepat di Tengah Duka: Gubernur Yulius Turun Tangan Tangani Banjir Bandang Siau, 11 Warga Meninggal

Terkini

Iklan