Iklan

Iklan

Jejak Kekuasaan di Balik PETI Tobongon: Tambang Ilegal Diduga Dikendalikan Oknum Camat Modayag

Swara Manado News
Rabu, 21 Januari 2026, 17:15 WIB Last Updated 2026-01-21T09:16:25Z


Boltim –  Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), diduga bukan sekadar tambang ilegal biasa. 


Di balik operasi yang telah berlangsung cukup lama tersebut, mencuat dugaan kuat keterlibatan oknum pejabat aktif, yakni Camat Modayag, yang saat ini juga merangkap sebagai Penjabat Sangadi (Pjs) Desa Tobongon.


Berdasarkan penelusuran dan keterangan sejumlah warga, aktivitas PETI itu berjalan relatif “aman” tanpa hambatan berarti, meski lokasinya berada sangat dekat dengan pemukiman warga.


Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait lemahnya pengawasan, bahkan dugaan adanya perlindungan kekuasaan.

“Kalau bukan orang kuat, tidak mungkin tambang bisa beroperasi lama seperti ini. Semua orang di sini tahu siapa yang mengatur,” ujar salah satu warga dengan nada geram, sembari meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan.


Ancaman Nyata bagi Lingkungan dan Warga

Tambang ilegal tersebut diduga menggunakan metode yang berisiko tinggi terhadap lingkungan. Aktivitas pengerukan tanah dan pengolahan material tambang berpotensi menyebabkan longsor, merusak struktur tanah, serta mencemari sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Ironisnya, dugaan keterlibatan pejabat publik justru memperparah situasi. Jabatan camat dan sangadi semestinya menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan hukum, bukan malah diduga berada di balik praktik ilegal yang merugikan masyarakat.


Aparat Dinilai Lamban, Publik Pertanyakan Netralitas

Masyarakat mempertanyakan sikap Aparat Penegak Hukum (APH) yang hingga kini belum mengambil langkah tegas, meski aktivitas PETI tersebut bukan rahasia umum. Ketiadaan tindakan hukum menimbulkan spekulasi adanya pembiaran sistematis.

“Kami bukan anti tambang, tapi ini ilegal dan dekat rumah. Kalau pejabat terlibat dan hukum diam, lalu kami harus mengadu ke siapa?” kata warga lainnya.


Desakan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Warga secara kolektif mendesak Polres Boltim dan Polda Sulawesi Utara untuk segera:

Melakukan penyelidikan terbuka dan transparan

Menurunkan tim khusus ke lokasi PETI Tobongon

Menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa memandang jabatan

Kasus ini dinilai sebagai ujian serius bagi integritas penegakan hukum di Boltim. Publik menanti keberanian aparat membongkar dugaan praktik tambang ilegal yang diduga melibatkan elit pemerintahan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Camat Modayag maupun Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur belum memberikan klarifikasi resmi. 


Redaksi masih membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. (7@m)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jejak Kekuasaan di Balik PETI Tobongon: Tambang Ilegal Diduga Dikendalikan Oknum Camat Modayag

Terkini

Iklan