MANADO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Drs. Pontowuisang Kakauhe, MM, tampil tegas dan tanpa kompromi dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Sampah. Ia memastikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manado wajib beroperasi pukul 06.00 pagi hingga 15.00 sore, sekaligus memperingatkan seluruh jajaran agar tidak bekerja setengah hati.
Dengan nada keras, Kakauhe menegaskan bahwa urusan kebersihan kota bukan main-main dan tidak ada ruang bagi sikap santai atau “ele-ele” dalam bekerja.
“Tidak ada alasan! Semua harus kerja keras dan berjuang. Kalau mau Manado bersih, kita harus total,” tegas Kakauhe.
Ia mengungkapkan bahwa setiap hari DLH dihadapkan pada pemecahan masalah baru dalam penanganan sampah—mulai dari volume yang terus meningkat hingga persoalan teknis di lapangan. Namun menurutnya, tantangan tersebut justru menuntut disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab penuh dari seluruh petugas.
Dalam pesannya yang sarat makna, Kakauhe menekankan pentingnya integritas dalam bekerja.
“Kerja dengan kebenaran dan ketulusan. Kalau kita benar dan tulus, Tuhan pasti membela,” ujarnya disambut perhatian peserta rakor.
Memasuki tahun 2026, Kakauhe menyerukan perang terhadap sampah dan menjadikan kebersihan sebagai harga mati bagi Kota Manado. Ia meminta seluruh jajaran DLH meningkatkan etos kerja dan memperkuat komitmen tanpa alasan apa pun.
“Tahun 2026 tidak boleh biasa-biasa saja. Manado harus lebih bersih, lebih tertib, dan lebih bermartabat,” tandasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab DLH, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak dan kesadaran masyarakat, demi mewujudkan Manado sebagai kota yang bersih, sehat, dan layak huni.


