LANGOWAN UTARA – Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa di Aula Kantor Camat Langowan Utara, Rabu (28/1/2026) pagi. Sejak pukul 10.15 WITA, berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, hingga para Hukum Tua dan pendamping desa berkumpul dalam satu forum penting: Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Stunting Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan demi masa depan generasi yang lebih sehat sekaligus lingkungan yang tetap kondusif.
Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang dari Sekretaris Camat Langowan Utara, Oudi Wulur, S.E., dilanjutkan doa pembukaan oleh Asye Walewangko dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Camat Langowan Utara, Evertson Rantung, S.H., secara resmi membuka kegiatan sekaligus menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dari sisi kesehatan, pemaparan disampaikan oleh Kepala Puskesmas Walantakan yang diwakili dr. Nancy Sumolang. Ia menguraikan kondisi serta langkah-langkah konkret penanganan stunting di wilayah Langowan Utara, termasuk pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung gizi ibu dan anak. Senada dengan itu, Danramil Langowan Kapten Inf. Lendy Lengkey menekankan bahwa program pemberantasan stunting telah lama menjadi prioritas pemerintah dan perlu terus didukung, termasuk melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dukungan terhadap pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) turut menjadi perhatian serius. Kapolsek Langowan IPDA March Faldry Makaampoh, S.H., M.H., dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya pengawasan dan pemanfaatan anggaran serta program yang diusulkan agar tidak terjadi penyimpangan. Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung penuh Program Presiden RI terkait Makan Bergizi Gratis. Lebih jauh, Kapolsek menyoroti penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Menurutnya, diperlukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, dan Polsek Langowan siap mendampingi serta melakukan pengawalan apabila diperlukan demi menjaga rasa aman masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dari para Hukum Tua dan pendamping desa, yang menyuarakan kebutuhan riil di lapangan. Setelah doa penutup, Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Langowan Utara resmi berakhir pada pukul 12.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Forum ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.


