MINUT. 28 Februari 2026 – Pemilihan Tonaas Brigade Manguni (BM) DPD Minahasa Utara berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Dalam proses demokrasi organisasi yang digelar di Sekretariat DPD Minut, Maumbi Indah, Jhon Ngantung dari Walak Kalawat resmi terpilih sebagai Tonaas Brigade Manguni Minut setelah meraih kemenangan meyakinkan.
Jhon Ngantung unggul jauh dengan perolehan 7 suara mutlak, mengalahkan pesaingnya Handri Ankow, ST yang memperoleh 1 suara. Pemilihan yang sempat diwarnai dinamika dan tensi tinggi sejak awal akhirnya berjalan tertib hingga pleno penetapan hasil.
Sejak tahap pencalonan, pemilihan yang melibatkan tiga kandidat tersebut menarik perhatian para Walak dan pengurus, mengingat posisi Tonaas memiliki peran strategis dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus hubungan sosial kemasyarakatan di Minahasa Utara.
Dalam pidato perdananya, Jhon Ngantung menegaskan komitmennya menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan sinergi dan kerja nyata.
“Saya siap bersinergi dengan seluruh struktur organisasi, para Tonaas Walak, dan Wanua untuk membuktikan bahwa BM Minut tetap solid serta bekerja sama dengan pemerintah dan kepolisian dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman, dengan semangat I Yayat U Santi,” ujarnya.
Sebelum pleno berlangsung, Tonaas OKK dalam orasinya menekankan pentingnya menjaga persatuan Brigade Manguni sebagai organisasi kultural tertua di tanah Minahasa. Ia mengingatkan bahwa kebangkitan organisasi harus dilandasi semangat kebangsaan, ketegasan sikap, serta pembuktian melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.
Pesan kepemimpinan juga datang dari Tonaas Steven Rondonuwu, mantan Tonaas BM DPD Tomohon. Ia menegaskan bahwa suara Walak merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh oleh pemimpin terpilih. Menurutnya, seorang pemimpin akan selalu dihadapkan pada pilihan antara popularitas dan ketegasan, sehingga pengendalian emosi menjadi kunci utama kepemimpinan.
Senada dengan itu, mantan Tonaas Manado Reinhard Tawalujan mengingatkan pentingnya karakter dalam memimpin organisasi.
“Kepribadian seorang Tonaas diukur dari kemampuannya merangkul, mengarahkan, dan membimbing,” katanya.
Sementara itu, Tonaas Wangko Lendy menutup rangkaian kegiatan dengan menegaskan bahwa kebersamaan merupakan fondasi utama dalam melahirkan pemimpin besar bagi Tonaas Minahasa Utama Sejati.
Pemilihan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal Brigade Manguni Minahasa Utara untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan keamanan masyarakat.
Dengan kemenangan telak tersebut, kepemimpinan Jhon Ngantung kini diharapkan mampu membawa Brigade Manguni Minut semakin solid, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi daerah.
“I Yayat U Santi.”


