MINUT. 28 Februari 2026 - Musyawarah Daerah (Musda) Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Minahasa Utara (Minut) menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan ke depan. Mengusung tema “Menguatkan Sinergi dan Komitmen Brigade Manguni untuk Membangun Minut yang Lebih Sejahtera, Aman, Berkarakter, Beradat dan Berbudaya”, kegiatan ini diikuti perwakilan dari 10 kecamatan melalui para Walak sebagai pemegang hak suara.
Musda tersebut menjadi forum penting dalam memilih sosok Tonaas Brigade Manguni DPD Minut yang dinilai mampu membawa organisasi semakin solid serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Tonaas Wangko Brigade Manguni, Lendy Wangke, menegaskan bahwa Brigade Manguni sebagai salah satu organisasi masyarakat berbasis adat di Minahasa memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Ia menyampaikan, sejak berdiri sejak tahun 2002, Brigade Manguni berkomitmen menjaga tanah leluhur serta berperan aktif mendukung pembangunan daerah dan stabilitas sosial bersama pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Musda ini juga menjadi bagian dari kesiapan organisasi menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Brigade Manguni ke-24.
“Brigade Manguni bukan sekadar organisasi pelestari adat, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan membangun masyarakat yang harmonis,” ujar Wangke.
Menurutnya, kekuatan organisasi yang berakar langsung di tengah masyarakat menjadi modal utama untuk menyatukan berbagai elemen demi kemajuan Minahasa Utara dan wilayah Sulawesi Utara secara umum. Pemilihan pemimpin melalui mekanisme Musda diharapkan melahirkan figur yang mampu membawa organisasi lebih adaptif, solid, dan produktif.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Minahasa Utara, Sammy Rompis, S.Sos, yang mewakili Bupati Minut Joune Ganda, menekankan pentingnya organisasi masyarakat menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ia juga mengingatkan agar kepengurusan baru segera melakukan registrasi resmi di Kesbangpol sebagai bentuk legalitas serta membuka komunikasi aktif dengan pemerintah daerah.
“Ormas harus menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan keamanan, kenyamanan, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat,” tegas Rompis.
Dari sisi keamanan, Kasat Intelkam Polres Minut, Iptu Stenly Steven Rondonuwu, dalam pembekalan kamtibmas menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Ia mengajak Brigade Manguni untuk terus membangun sinergi dengan kepolisian guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Musda Brigade Manguni Minut turut dihadiri sejumlah tokoh penting organisasi, di antaranya DPT Panglima Adrie Marentek, mantan Tonaas Manado Reinhard Tawalujan, Panglima Freddy Turalaki, Tonaas Corneles Mononimbar, dr. Makmum Djafara, Adrie Wagey, Tonaas Manado Rivai Kalangi, Tonaas Minsel Jerry Lapian, Tonaas Tomohon Steven Waworuntu serta Tonaas Minut Mandataris Mourits Mantiri.
Pelaksanaan Musda ini diharapkan menjadi titik penguatan organisasi dalam menjaga nilai adat, mempererat persaudaraan, serta memperkokoh sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan demi terwujudnya Minahasa Utara yang sejahtera, aman, dan berkarakter.



