Iklan

Diplomasi Laut dari Manado: 13 Negara dan PBB Dilibatkan, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Biru Mendunia

Swara Manado News
Jumat, 24 April 2026, 16:08 WIB Last Updated 2026-04-24T08:08:15Z


Manado, 24 April 2026 - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempertegas langkah strategisnya di panggung internasional. Dalam jamuan resmi yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Yulius Selvanus Komaling menerima delegasi diplomat dari 13 negara bersama unsur Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis (23/4/2026), guna memperkuat kerja sama ekonomi biru berbasis keberlanjutan.


Pertemuan bertajuk penguatan kolaborasi ekonomi biru ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Forum tersebut menjadi titik temu kepentingan global dan daerah dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor maritim.


Didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Gubernur Yulius menegaskan posisi strategis Sulut sebagai wilayah maritim dengan 73 persen kawasan berupa perairan. Kondisi ini dinilai menjadi modal kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.


“Pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 5,66 persen pada 2025, dengan realisasi investasi menyentuh Rp10,2 triliun. Ini menunjukkan sektor kelautan memiliki daya tarik kuat dan prospek besar,” tegas Yulius dalam paparannya.


Peran internasional Sulut semakin diperkuat dengan keberadaan Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security di Manado. Lembaga ini menjadi pusat kolaborasi kawasan dalam menjaga ekosistem terumbu karang, perikanan berkelanjutan, serta ketahanan pangan laut.


Dalam kerangka kebijakan, Pemprov Sulut mengakselerasi lima agenda utama ekonomi biru: perluasan kawasan konservasi, penerapan kuota tangkap ikan, pengembangan budidaya berorientasi ekspor, penguatan pengawasan laut, serta pengendalian sampah plastik.


Pengawasan wilayah pesisir juga diperketat melalui sinergi dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia untuk menekan aktivitas ilegal lintas batas, termasuk praktik penangkapan ikan ilegal yang merugikan negara.


Data sektor perikanan menunjukkan kinerja impresif. Produksi mencapai 750.857 ton dengan nilai ekspor menembus 140 juta dolar AS. Pemerintah daerah juga mulai mendorong penggunaan alat tangkap ramah lingkungan guna menjaga keberlanjutan stok ikan.


Tak hanya itu, sektor pariwisata bahari ikut menjadi motor pertumbuhan baru. Pengembangan destinasi berbasis masyarakat seperti Desa Wisata Budo dinilai berhasil mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan peningkatan ekonomi lokal.


Langkah diplomasi ini menegaskan bahwa Sulawesi Utara tidak lagi sekadar wilayah pinggiran, melainkan pemain aktif dalam percaturan ekonomi maritim global. Gubernur Yulius pun menutup pertemuan dengan penegasan tegas: kolaborasi lintas negara adalah kunci untuk memastikan ekonomi biru tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diplomasi Laut dari Manado: 13 Negara dan PBB Dilibatkan, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Biru Mendunia

Terkini

Iklan