Manado – Kunjungan tak biasa terjadi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado. Rombongan Komisi C DPRD Kota Bontang, daerah yang dikenal sebagai langganan penghargaan Adipura, justru datang untuk belajar langsung sistem pengelolaan sampah di ibu kota Sulawesi Utara tersebut.
Sekretaris DLH Kota Manado, Denny Deddy Sangkaeng, menerima langsung kunjungan kerja tersebut bersama jajaran, di dampingi Kepala Bidang Pengelolaan Sampah/Persampahan Ibu Magrietje Lieke Kembuan, S.Sos, Aj.Ak, yang turut memaparkan strategi pengelolaan sampah dan limbah di Kota Manado.
Dalam pertemuan itu, pihak DPRD Bontang mengungkap alasan memilih Manado sebagai lokasi studi. Meski Bontang dikenal sebagai kota langganan Adipura, mereka menilai Manado sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia dengan pendekatan pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.
“Manado mampu mengelola sampah dengan baik meski di tengah keterbatasan anggaran. Ini yang ingin kami pelajari lebih dalam,” ungkap salah satu anggota DPRD Bontang dari Komisi C.
Denny menjelaskan, pengelolaan sampah di Manado tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebutkan bahwa hanya sekitar 3 persen dari APBD dialokasikan untuk sektor kebersihan dan lingkungan hidup, sehingga diperlukan strategi yang tepat agar hasil tetap maksimal.
Selain itu, regulasi juga menjadi landasan penting. DLH Manado mengacu pada aturan terkait pencegahan dan perlindungan lingkungan hidup, sehingga potensi pencemaran dapat ditekan seminimal mungkin. Hal ini diperkuat dengan karakter Manado sebagai kota jasa, yang relatif memiliki risiko pencemaran lebih kecil dibanding daerah industri.
Dalam diskusi, hadir pula perwakilan DPRD dari berbagai partai, termasuk NasDem dan PDI Perjuangan, yang aktif menggali informasi terkait kebijakan, pengawasan, hingga implementasi pengelolaan sampah di lapangan.
Sebagai informasi, Sulawesi Utara memiliki 15 kabupaten/kota, dan Manado menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten. Hal inilah yang membuat kota ini dipilih sebagai rujukan untuk berbagi praktik terbaik.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi antar daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan halangan untuk meraih prestasi di bidang kebersihan.


