Iklan

Aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan publik.

Swara Manado News
Selasa, 05 Mei 2026, 12:55 WIB Last Updated 2026-05-05T04:55:21Z


Sangihe - Kali ini, muncul laporan terkait keberadaan sejumlah warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga terlibat langsung dalam operasi tambang tanpa izin.


Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, sedikitnya dua WN Tiongkok terlihat berada di lokasi tambang ilegal dan diduga tengah mempersiapkan proses pengolahan emas senilai Rp200 miliar. 


Dalam video yang beredar, keduanya bahkan tampak memarahi penambang lokal yang sedang beristirahat.


Kehadiran WNA tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terkait legalitas dokumen imigrasi serta izin aktivitas mereka di area pertambangan milik PT Tambang Mas Sangihe. 


Warga menduga para pekerja asing ini bebas keluar masuk wilayah tanpa pengawasan ketat, serta tidak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.


“Kalau dibiarkan, masyarakat hanya jadi penonton. Sumber daya alam kita diambil tanpa manfaat bagi daerah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.


Selain kerugian ekonomi, aktivitas tambang ilegal ini juga berpotensi merusak lingkungan secara serius, mulai dari penggundulan hutan, pencemaran air, hingga rusaknya ekosistem akibat paparan merkuri dan logam berat.


Isu ini juga dikaitkan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan penertiban tambang ilegal di seluruh Indonesia. Namun, hingga kini masyarakat menilai belum ada tindakan tegas dari aparat maupun pemerintah daerah.


Direktur Utama PT Tambang Mas Sangihe, Terrence Filbert, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia menyebut seluruh kegiatan saat ini dilakukan oleh penambang ilegal dan pihaknya telah melaporkan hal ini ke berbagai instansi, termasuk pemerintah pusat dan aparat penegak hukum.


Filbert juga mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal tersebut dilakukan secara terbuka dengan menggunakan puluhan alat berat. Ia mempertanyakan bagaimana kegiatan tersebut bisa berlangsung tanpa adanya tindakan dari pihak berwenang.


Masyarakat Sangihe kini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas, termasuk menyelidiki dugaan keterlibatan WNA ilegal. Penindakan dinilai penting demi melindungi sumber daya alam serta hak masyarakat atas kekayaan daerah mereka.


📰 Sumber: Manado Post


#Sangihe #TambangIlegal #SulawesiUtara #WNA #LingkunganHidup

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan publik.

Terkini

Iklan