Iklan

Gubernur Yulius Selvanus Tunjukkan Kepemimpinan Terbuka: Pertumbuhan 5,66% Jadi Harapan Baru bagi Buruh Sulut

Swara Manado News
Senin, 04 Mei 2026, 12:36 WIB Last Updated 2026-05-05T04:39:12Z


Sulut
 - Peringatan Hari Buruh Internasional di Sulawesi Utara tahun ini tak hanya diwarnai pernyataan optimistis dari pemerintah, tetapi juga menyisakan catatan kritis dari kalangan pekerja. Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi 5,66 persen yang disampaikan Gubernur , muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana angka itu benar-benar dirasakan oleh buruh di lapangan?


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan keterbukaan terhadap kritik dan komitmen meningkatkan kesejahteraan. Namun bagi sebagian buruh, pernyataan tersebut masih terdengar normatif jika belum diikuti langkah konkret yang menyentuh kebutuhan riil mulai dari upah layak, kepastian kerja, hingga perlindungan sosial.


Sejumlah pekerja yang hadir dalam peringatan tersebut mengaku mengapresiasi sikap terbuka pemerintah, tetapi berharap ada tindak lanjut yang jelas dan terukur. Mereka menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan buruh, terutama di sektor informal dan pekerja harian.


“Angka pertumbuhan bagus, tapi kami masih berjuang dengan biaya hidup yang terus naik,” ungkap salah satu buruh yang enggan disebutkan namanya. Pernyataan ini mencerminkan realitas yang kerap luput dari narasi makro ekonomi.


Wakil Gubernur bersama jajaran Forkopimda turut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi. Namun pengamat ketenagakerjaan menilai, ujian sesungguhnya bukan pada komitmen verbal, melainkan pada implementasi kebijakan seperti pengawasan perusahaan, penegakan aturan ketenagakerjaan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.


Di sisi lain, arahan Presiden yang disebut akan dijalankan di daerah juga menjadi sorotan. Publik menunggu bagaimana sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dapat benar-benar berdampak langsung bagi buruh, bukan sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.


Momentum Hari Buruh ini akhirnya menjadi refleksi bersama: bahwa dialog terbuka adalah langkah awal, tetapi kepercayaan buruh hanya akan tumbuh melalui kebijakan nyata. Di tengah optimisme pemerintah, suara buruh menjadi pengingat bahwa kesejahteraan tidak cukup diukur dari angkamelainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius Selvanus Tunjukkan Kepemimpinan Terbuka: Pertumbuhan 5,66% Jadi Harapan Baru bagi Buruh Sulut

Terkini

Iklan