Bolaang Mongondow - Kekecewaan warga Desa Lolan Dua, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, akhirnya memuncak. Puluhan warga melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk protes terhadap PT Gading Murni Perkasa yang dinilai belum menepati komitmen kepada masyarakat.
Aksi dilakukan dengan memasang spanduk berisi tuntutan di badan jalan utama menuju area operasional perusahaan. Dampaknya, seluruh aktivitas kendaraan keluar-masuk perusahaan terhenti total.
Warga mengaku sudah berulang kali mencoba menempuh jalur komunikasi dengan pihak perusahaan, namun hingga kini belum ada kejelasan atas kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat bersama sebagai dasar operasional perusahaan di wilayah tersebut.
“Sudah berkali-kali kami berkomunikasi, tapi belum ada kepastian. Ini bentuk kekecewaan kami,” ujar salah satu warga di lokasi aksi.
PT Gading Murni Perkasa yang bergerak di bidang pengolahan material batu dan pasir disebut telah lama beroperasi di Desa Lolan Dua. Namun, warga menilai kontribusi perusahaan terhadap masyarakat setempat masih minim, meskipun aktivitas pengambilan material berlangsung dalam skala besar.
Selain perusahaan, sorotan juga mengarah kepada pemerintah desa. Kinerja Sangadi dinilai belum maksimal dalam memfasilitasi komunikasi serta menyelesaikan persoalan antara warga dan pihak perusahaan.
“Seharusnya pemerintah desa bisa menjadi jembatan, tapi sampai sekarang belum terlihat langkah konkret,” tambah warga lainnya.
Warga berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk segera memenuhi komitmen yang telah disepakati. Mereka juga mendesak pemerintah desa dan instansi terkait untuk segera turun tangan agar situasi tidak semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Gading Murni Perkasa maupun pemerintah Desa Lolan Dua belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi juga belum mendapat jawaban.



