Iklan

EKONOMI SULAWESI UTARA TETAP TUMBUH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL, DAYA BELI MASYARAKAT DAN KESEJAHTERAAN PETANI MENJADI PERHATIAN UTAMA

Swara Manado News
Rabu, 03 Juni 2026, 19:54 WIB Last Updated 2026-06-03T11:54:52Z

 SIARAN PERS


SMNC - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memantau perkembangan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026.


Di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara, ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, fluktuasi harga komoditas dunia, serta meningkatnya persaingan perdagangan internasional, perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan ketahanan yang cukup baik dan tetap bergerak positif.


Secara umum, kondisi perekonomian Sulawesi Utara masih berada dalam kondisi stabil. Pertumbuhan sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, terkendalinya inflasi, serta membaiknya kondisi ketenagakerjaan menjadi indikator bahwa ekonomi daerah masih memiliki fondasi yang kuat untuk terus bertumbuh.


Selama periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor Sulawesi Utara mencapai USD 411,28 juta atau tumbuh 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor tercatat sebesar USD 55,04 juta sehingga menghasilkan surplus neraca perdagangan sekitar USD 356 juta.


Kinerja ini menunjukkan bahwa komoditas unggulan Sulawesi Utara masih mampu bersaing di pasar internasional meskipun dunia saat ini menghadapi perlambatan perdagangan global. Surplus perdagangan yang tinggi menjadi salah satu penopang penting bagi perekonomian daerah.


Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara pada April 2026 meningkat 21,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas penerbangan juga meningkat sebesar 11,34 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa Sulawesi Utara semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Pasifik dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat.


Di sisi lain, inflasi Sulawesi Utara pada Mei 2026 mengalami deflasi sebesar 0,61 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga berbagai kebutuhan pokok relatif terkendali dan pasokan pangan berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun demikian, deflasi juga perlu dicermati karena dapat menjadi indikasi bahwa aktivitas konsumsi masyarakat belum tumbuh secara optimal. Oleh sebab itu, upaya menjaga daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah.


Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,61 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan petani belum sepenuhnya mampu mengimbangi kenaikan biaya yang mereka keluarkan. Padahal sektor pertanian masih menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah perdesaan. Karena itu, penguatan kesejahteraan petani dan nelayan akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.


Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi Sulawesi Utara menunjukkan perkembangan yang positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,75 persen, lebih baik dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 6,03 persen. Penurunan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja dibandingkan tahun sebelumnya.


Meskipun demikian, tantangan penciptaan lapangan kerja masih perlu terus dihadapi, terutama dalam menghadapi bonus demografi dan bertambahnya jumlah angkatan kerja muda setiap tahun. Oleh karena itu, investasi yang mampu menyerap tenaga kerja serta pengembangan sektor produktif akan terus didorong.


Dari aspek pembangunan manusia, Sulawesi Utara mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,32 yang termasuk kategori tinggi. Namun demikian, rata-rata lama sekolah yang masih berada pada angka 9,91 tahun serta angka kematian bayi sebesar 15,75 per 1.000 kelahiran hidup menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan dasar masih perlu menjadi perhatian bersama.


Menanggapi perkembangan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, AP., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Johannes Victor Mailangkay, S.H., M.H., terus mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, mendorong investasi, memperkuat sektor pertanian dan perikanan, mengembangkan pariwisata, mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seluruh langkah ini diarahkan agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Jemmy Ringkuangan.


Lebih lanjut, JR menegaskan bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi perkembangan global yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, Sulawesi Utara harus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas, investasi, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.


"Kita patut bersyukur karena Sulawesi Utara masih mampu menunjukkan kinerja ekonomi yang baik di tengah ketidakpastian global. Namun pekerjaan rumah kita masih banyak, terutama meningkatkan daya beli masyarakat, kesejahteraan petani dan nelayan, serta memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," tegasnya.


Menurut JR, berbagai capaian yang diraih saat ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, petani, nelayan, pelaku UMKM, insan pariwisata, dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara.


"Di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., dan Bapak Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay, S.H., M.H., serta Sekretaris Daerah Provinsi Bapak Tahlis Gallang, SIP, M.Si,

kami terus membangun semangat Bekerja Bersama dan Bersama Bekerja untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar JR.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimis. Ekonomi Sulawesi Utara saat ini masih menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan ekspor yang kuat, sektor pariwisata yang berkembang, inflasi yang terkendali, serta kondisi ketenagakerjaan yang semakin membaik.


Ke depan, fokus pembangunan akan diarahkan pada penguatan daya beli masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, penguatan UMKM, percepatan hilirisasi ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.


Dengan semangat "Bekerja Bersama, Bersama Bekerja", Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan global dan menjadikan Sulawesi Utara sebagai daerah yang semakin maju, sejahtera dan berkelanjutan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • EKONOMI SULAWESI UTARA TETAP TUMBUH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL, DAYA BELI MASYARAKAT DAN KESEJAHTERAAN PETANI MENJADI PERHATIAN UTAMA

Terkini

Iklan